Aceh Tamiang Menggugat: Togel Dan Upeti Milik Siapa?

oleh -3.754 views
Aceh Tamiang diganggu Togel dan upeti
Aceh Tamiang diganggu Togel dan upeti

ACEH TAMIANG (AD) Aceh Tamiang Menggugat: Togel Dan Upeti Milik Siapa? Ada banyak kepentingan di Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sehingga para pengambil kebijakan tak mampu membedakan antara benar dan salah.

Aceh Tamiang, tepat berada diujung Timur provinsi Pemerintah Aceh, yang berbatas langsung dengan Provinsi Sumatera itu. Terendus praktik judi Toto Gelap (Togel). De factoo-nya menjamur, namun tak mampu diberantas.

Digadang gadangkan, omset perharinya mencapai Rp.50 juta rupiah, atjehdaily.id melansir upeti yang dibayar kepihak pihak berkompeten lumayan besar.

Pengakuan sang bandar berinisial ALG di Kota Kualasimpang, kerap menyetor keorang orang yang bisa membackup bisnis gelapnya.

Lalu, kenapa Togel begitu digemari?, penyakit sosial itu, menggerus kocek warga yang kecanduan memasang angka angka keberuntungan, Notabenenya bertentangan dengan Undang Undang Syari’at Islam dan UUPA.

Meski secara yuridis, jika kedapatan harus dicemeti berdasarkan Undang Undang, tapi para pecandu dan Bandar Togel tak kapok kapok. Meski efek jeranya ada, tak membuat para pecandu kapok dan jera.

Direktur Eksekutif Badan Advokasi Indonesia (BAI), Sawaluddin, SH mengecam tindakan dan praktik haram Togel, yang berjaya menggerogoti pundi rupiah masyarakat yang kecanduan.

Hal itu dikatakan, saat dimintai tanggapan terkait maraknya praktek haram yang sudah lama beroprasi di Aceh Tamiang.

Dikatakan, praktik haram itu sangat meresahkan semua lapisan masyarakat, dirinya meminta kepada pihak berwajib beserta Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Tamiang, melalui dinas terkait, yakni Dinas Syariat Islam, untuk giat melakukan patroli dan penertiban terhadap para Bandar dan agen togel, karena merupakan penyakit masyarakat.

“Kalau para bandarnya saja dalam menjalankan praktek judi togel tersebut tidak mampu untuk dibasmi oleh pihak terkait, tentu kondisi itu sudah pada level stadium cukup parah. Dan ini tidak bisa dibiarkan, harus segera dihentikan. Oleh karena itu, saya meminta, pihak berwajib dan dinas terkait segera mengambil tindakan bemberantasan sesegera mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, penyakit sosial yang meresahkan tersebut sudah menjamur sejak lama, apalagi, togel sudah menjadi bagian kehidupan masyatakat.

Masih Sawal, praktik itu terjadi diindikasikan sebab Pemkab Aceh Tamiang tidak mampu membuka lapangan pekerjaan yang berarti bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Disisi lain “Diduga ada upeti, makanya sejumlah Bandar judi Toto Gelap (Togel) di Kabupaten Aceh Tamiang, hingga kini tak mampu dibasmi”. Kata orang orang.

Kalimat pedas itu acap kali tercetus oleh banyak kalangan didaerah itu. Wajar saja banyak yang kesal atas praktek haram tersebut. Sebab, sejak digulungnya permainan tebak angka oleh mantan Kapolri, Jendral Polisi, Sutanto, ternyata tidak membuat para bandar togel kapok, sehingga judi togel itu kini masih marak ditengah – tengah masyarakat di negeri ini.

Menurut keterangan sumber kepada wartawan pada Minggu, 19 Januari 2020, bahwa untuk daerah Aceh Tamiang saja, ada beberapa bandar togel bisa meraup omset dari para pemasangannya mencapai Rp 50 juta setiap harinya, sehingga dengan besarnya omset tersebut, bisa dipastikan dalam sebulannya para bandar dapat mengantongi omset ratusan juta rupiah.

“Ini jumlah yang luar biasa besarnya. Dan anehnya, para bandar togel hingga kini aman – aman saja. Bandar – bandarnya ada di Kota Kualasimpang, Seruwey dan Sungai Yu,” terang sumber.

Ditambahkan sumber, praktek permainan judi togel saat ini, tidak seperti pada masa kejayaan bandar togel terbesar di Sumatera Utara (Sumut), yakni Almarhum Olo Panggabean, yang terlihat terang – terangan. Namun dengan kemajuan teknologi, pemasangan judi tersebut saat ini dikemas serapi mungkin lewat jaringan selular, yakni handphone maupun gadget.

“Kalau togel di era tahun 90 – an, kan para bandar dan agen togel dalam menjalankan prakteknya dilakukan secara terang – terangan, dan pemasanganya diberikan kupon pemasangan nomor. Nah, kalau sekarang tidak seperti itu lagi, para bandar menerima rekap nomor pemasangan togel dari agen melalui jaringan selular, yakni handphone ataupun gadget, begitu juga dengan para agen penulis togel dan pemasang togel, juga dilakukan dengan cara yang sama. Pokoknya rapi lah cara mainnya..!!,” ungkap sumber.

Sumber membeberkan, untuk kawasan peredaran judi togel di Kota Kualasimpang, Karang Baru, dan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, diduga dikendalikan oleh warga keturunan berinisial ALG, namun sayangnya, untuk wilayah Seruway dan Sungai Yu, sumber belum mendeteksi nama para bandarnya.

“Kalau bandar togel untuk wilayah Kota Kualasimpang, Karang Baru, Kejuruan Mudah, diduga berinisial ALG, dan setiap wilayah ada agen (tukang tulis) togel. Kalau untuk Seruway dan Sungai Yu, nanti saya cari tau, nama bandarnya. Yang jelas, di wilayah itu, para agen tidak stor rekapan nomor dan uang pemasangan togel pada ALG, artinya, ada bandar yang lain,” jelas sumber.

Tidak hanya itu, praktek penyakit sosial tersebut hingga berdirinya Kabupaten Aceh Tamiang, masih terus berkibar, tanpa ada satupun pihak yang mampu untuk membasminya, padahal Aceh merupakan daerah Serambi Mekah, yang menjujung tinggi aturan Syariat Islam dengan baik.

“Kalau sudah tidak ada satupun pihak yang mampu membasmi. judi tersebut, tentu sudah pasti ada apa – apanya. Ntah karena para bandar pandai “bermain mata” untuk berikan “upeti”, atau memang ada dugaan bisnis haram ini dibiarkan untuk dipelihara, karena omset per-harinya begitu mengiurkan, yakni diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, sebab permainan togel ini dilakukan siang dan malam hari. Kalau siang itu namamya togel Singapore, bukanya hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu, keluar angkanya pada sore hari. Sedangkan togel malam hari, itu namanya togel Hongkong, buka pemasangan dan keluar angkanya setiap malam hari.” cetus sumber.

ALG, yang diduga bandar togel di wilayah Kota Kualasimpang, Karang Baru, Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, dikonfirmasi via selular, Senin, 20 Januari 2020, tidak dapat dihubungi, begitu juga dikonfirmasi via Short Massanger Service (SMS), tidak ada jawaban apapun dari yang bersangkutan. (Syawaluddin)