Prestasi Bupati Sarjani Di Mata Aktivis dan Pemerhati Pendidikan Non-Formal

oleh -66 views

SIGLI | AP– Sarjani memang telah menjelma menjadi sosok yang luar biasa. Mantan Petinggi Eks Kombatan GAM ini mampu menarik perhatian semua pihak terutama dalam kinerjanya selama ini.

“Sejauh pengamatan saya, kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Pidie sangat baik terdapat beberapa program yang saya anggap sangat fenomenal di Kabupaten Pidie,” ujar Aktivis dan Pemerhati Pendidikan Non-Forma, Ismail Von SabiI, kepada Atjehpress.com, Senin, 21 Januari 2017, terkait pandangannya terhadap sosok Sarjani.

Ismail mengatakan, ada program yang sangat menarik di Kabupaten Pidie ini yaitu gerakan “1 hari 1 ayat”.  Ini merupakan sebuah gerakan yang membangun karakter masyarakat Pidie yang Islami yang berbasis Al-Quran. Kemudian juga, ungkapnya, ada program pendidikan yang berbasis pasantren yang menerapkan pendidikan disamping pendidikan umum juga menerapkan pendidikan yang dipelajari dipesantren kepada peserta didik.

“Kemudian dari segi pemerintahan, pemimpin saat ini sangat berhasil membangun komunikasi dengan baik dengan multistakeholder baik dengan DPRK, basis-basis masyarakat, maupun dengan elemen sipil lainnya, dibandingkan dengan pemerintah yang lalu dimana terjadi Gap antara eksekutif maupun legislatif sehingga proses ketok palu anggaran tertunda,” nilainya.

Selain itu, selama Sarjani memimpin sekarang, proses pengajuan anggaran selama 5 tahun ini tidak pernah molor, karena komunikasi dengan DPRK sudah sangat baik. Serta perbaikan pada sisi administrasi yaitu program tertib administrasi di pemerintahan yang makin dirasakan lebih baik dan mudah. Selain itu, pada bidang ekonomi, Kabupaten Pidie membangun desa secara mandiri dengan kolaborasi dana Alokasi Dana Gampong (ADG) dan Dana Desa. ADG diplot pada aparatur, sedangkan dana desa itu khusus untuk pembinaan, pemberdayaan, dan pembangunan gampong. Program seperti ini membuat kemajuan desa dapat dimulai dari desa itu sendiri.

“Pemerintah sekarang juga sangat peduli pada orang miskin. Kalau ada masyarakat miskin yang mengajukan permohonan usaha pasti akan di akomodir, tetapi sejauh ini pendampingannya dirasa masih kurang karena sifatnya hibah. Saya kira dari segi pendampingan yang harus di lakukan lebih masif agar bantuan usaha dapat lebih terarah. Dari segi lingkungan dan adat, pemerintah sekarang sangat respek kepada lembaga adat seperti JKMA dan sangat respek terhadap mukim,” demikian kata aktivis itu.

Cukup itu saja, ternyata  tidak. Selama Sarjani memimpin dia sudah membuat Perda kepada mukim, yang Perda ini merupakan skala nasional dengan menjadi satu-satunya daerah yang mengeluarkan peraturan pengelolaan mukim. Hal ini memungkinkan Mukim di Kabupaten Pidie mengembangkan kawasan mukimnya dan juga dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan yang bisa dikelola berbasis kerakyatan. Lainnya, mengenai pendidikan, pola pembangunan pendidikan yang menjadi landasan adalah integritas. Bapak bupati belum terlalu memikirkan prestasi dalam hal ini nilai siswadan menitikberatkan pembangunan integritas. Pada ujian Nasional 2015 kemarin nilai indeks integritas kita meningkat walaupun nilai UN kita anjlok.

“Bapak bupati mengintruksikan kepada dinas pendidikan untuk tidak membantu siswa. Program ini dibuat untuk menanamkan penguatan mental masyarakat yang berawal dari pendidikan yang kemudian menjadi passion masyarakat. Kemudian juga pada pendidikan, ada program pertukaran konsep belajar pada guru. Jadi pada SD, SMP, dan SMA unggul dijadikan laboratorium untuk guru-guru belajar metode pengajaran siswa pada sekolah tersebut. Sehingga guru-guru yang selama ini mengajar dengan metode lama harus belajar mengenai metode belajar baru pada sekolah-sekolah tersebut.

“Sedangkan pengembangan pendidikan melalui jalur non-formal pemerintah merespon dengan sangat luar biasa, disamping dibantu dengan baik dan berkala bahkan hari ini pemerintah Kabupaten Pidie juga mengajak beberapa pihak untuk menjadi mitra pemerintah dalam advokasi pendidikan. Mengenai korelasi pembangunan integritas berlandaskan agama, integritas yang dibangun adalah seperti kita tahu bahwa masyarakat Pidie yang mayoritas beragama Islam sudah sangat tahu mengenai hak dan kewajibannya, tetapi melalui program-program yang berlandaskan agama maka diharapkan dapat menjadi pencerahan danupgrade integritas bermasyarakat dan beragama,” nilainya.

Mengenai penguatan keagamaan, tuturnya, juga ada program safari subuh, dengan hal ini dapat menunjukkan bahwa pemerintah saat ini komit dalam penguatan SQ.Jadi pemerintah sadar bahwa membangun Pidie itu harus melalui jiwa dan raga yang bersih. Dengan demikian, ujarnya, harapan Program yang baik pada periode ini harus terus dilaksanakan.

“Kemudian penguatan ekonomi berbasis keluarga, yang outputnya menjadi ekonomi mikro. Ekonomi mikro yang selama ini di Kabupaten Pidie memang sudah banyak sekali unit usaha yang hari ini masih membutuhkan dorongan pemerintah. Yang terakhir adalah pola komunikasi yang selama ini sudah bagus harus terus dijaga agar masyarakat tidak menjadi korban,” pungkasnya. [r]