Lapas Lhoksukon Laksanakan Pembinaan Keterampilan Bagi WBP

oleh -36 views
Lapas Lhoksukon melalui Giatja sedang melakukan pembinaan keterampilan kepada WBP perempuan yang ada di Lapas kelas IIB Lhoksukon.

 GOOGLE NEWS

ACEH UTARA, ATJEHDAILY.ID Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Rabu,(21/9/2022) melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian keterampilan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Pelaksanaan pembinaan ini berdasarkan sistem pemasyarakatan, lapas Lhoksukon melalui Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja),” kata Kepala lembaga permasyarakatan (Kalapas) kelas IIB Lhoksukon Yusnaidi SH.,M.Si pada media lewat laporannya.

Kata Yusnaidi, kegiatan pembinaan kemandirian keterampilan ini seperti membuat makanan dan minuman ringan.

“Yang kita libatkan dalam pembinaan keterampilan seperti membuat makanan dan minuman tersebut kepada WBP perempuan di lapas Lhoksukon dibimbing oleh instruktur dari pihak ketiga yaitu ,Endang Sumarsih, S.HI., M.H, dan Safnita Novriati, Lc., M.H,” ujar Yusnaidi.

Para instruktur katanya, diundang
untuk mengajarkan dan membimbing keterampilan membuat makanan dan minuman kepada WBP Lapas lhoksukon,” ini rutin kita laksanakan setiap hari Rabu,”ungkapnya.

Lanjutnya, hasil dari keterampilan ini memiliki nilai jual atau ekonomis serta dapat dipasarkan baik di kantin lapas Lhoksukon maupun di lingkungan luar lapas.

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah mempersiapkan warga binaan agar hidup mandiri melalui keterampilan membuat kue dan minuman, dan memiliki fungsi tidak bagi diri mereka pribadi namun juga dapat meningkatkan pendapatan WBP bahkan bagi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon dan masyarakat pada umumnya terutama setelah mereka selesai menjalani masa pidana/hukuman nanti,” imbuhnya.

Diharapkan kegiatan tersebut dapat berjalan dan diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para WBP agar ilmu yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini dapat terus diterapkan dan dilanjutkan pada kegiatan kerja sehingga menjadi lebih produktif dan berkelanjutan, ujarnya.

Kegiatan ini bukan untuk mendapat keterampilan semata tetapi juga untuk mengisi waktu luang agar warga binaan tidak merasa jenuh saat menjalani masa pidana, pungkas Yusnaidi.(Sayed Panton).