Tinjau Ulang Rencana Pembatalan Jalan Poros Aceh Tamiang – Aceh Timur

oleh -583 views

KUALASIMPANG (AD) – Rencana pembatalan Pembangunan ruas jalan poros utama yang menghubungkan dua kabupaten, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menuju perbatasan Aceh Timur sepanjang 43,52 kilometer dari program Otsus Multiyears APBA tahun anggaran 2020, oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPR Aceh.

BACA..  Matulessy: Pasal RUU KUHP Perlu Dikaji Secara Mendalam

Tak diamini Nora Idah Nita, Anggota DPRA partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Kota Langsa dan Tamiang.

Pembatalan tersebut menuai kritik tajam dari Nora. Sebab dinilai hanya pembatalan sepihak tanpa meninjau berbagai aspek kepentingan masyarakatnya.

BACA..  Matulessy: Pasal RUU KUHP Perlu Dikaji Secara Mendalam

Nora megatakan, bahwa; dirinya tidak setuju dan tidak sependapat atas rencana pembatalan jalan tersebut. Apalagi banyak kepentingan seni, budaya dan aspek ekonomi yang terabaikan.

Jalan poros penghubung yang menembus dua kabupaten itu sangat dibutuhkan oleh warga Aceh Tamiang dan Aceh Timur, sudah sejak lama didambakan.

Selain lintas utama, juga mempersingkat waktu tempuh dari dan ke Aceh Tamiang menuju Aceh Timur. Jalan poros tersebut juga, meminimalisir bagi masyarakat untuk mengeluarkan hasil bumi, yang selama ini sangat sulit, apalagi dalam kondisi hujan, badan jalan seperti kubangan dan berlumpur.

“Jalan poros utama yang menembuskan dua kabupaten, selain digunakan untuk membawa komoditi, juga; sebagai lintas seni dan budaya, mengingat endatu pedalaman Aceh Timur dan Aceh Tamiang masih serumpun, yakni Suku Gayo. Jika ini dibatalkan berarti kita memenggal konsep budaya, politis dan ekonomi. Saya tegaskan, saya tidak setuju,” katanya kesal pada atjehdaily.id dan mediaaceh.co.id, Selasa 21 Juli 2020.

Dikatakan, Banmus DPRA sudah mematikan impian warga Aceh Tamiang dan Aceh Timur, terkait rencana pembatalan pembangunan jalan poros tersebut. (Syawaluddin)