Bawang dan Cabe di Pasar Melambung, IRT: Brat Teuh Kalinyo Mandum Barang Ka Meuhai

oleh -34 views

Bireuen, (AD) Tingginya harga bawang dan cabe di tempat penjualan di Kabupaten Bireuen mengakibatkan Pembeli kewalahan mengantisipasi kenaikan harga tersebut, kenaikan selepas lebaran tahun ini.

Sedangkan harga bawang merah harganya berkisar Rp 70.000-Rp 80.000 per kilogram, sedangkan harga cabe mencapai Rp 95.000-110.000. Kenaikan harga bahan pokok tersebut, semenjak sepekan terakhir, sebelumnya hargai cabai merah, dan bawang masih memiliki harga standar masih di bawah Rp 50.000 per kilogram di pasaran. Melonjaknya harga tersebut di mulai sehabis lebaran Idul Fitri, yang menyebutkan harga cabai dan bawang merah pun melesat tajam.

BACA..  Vice President Gojek Tokopedia dan Ketua ICCI: Adu Keyakinan Ekonomi Berdikari

Salah seorang pedagang cabe dan bawang di pasar Bireuen. Suryadi mengatakan kepada media ini, kenaikan harga cabai merah dan bawang tersebut, di picu oleh penyediaan stok barang yang kurang, baik itu barang yang di produksi oleh petani Aceh maupun di luar Aceh, hal tersebutlah yang membuat harga nya rada melonjak.

Masri, Salah satu petani yang Kami jumpai tepatnya di Gampong Seuneubok Lhong, kecamatan, Jeumpa kabupaten Bireuen, yang mengalami gagal panen hal tersebut di sebabkan oleh kelangkaan bibit bawang merah dan cuaca yang ekstrem. “Bahkan untuk mendapatkan bibit bawang merah saja susah sekarang, kalau pun ada harganya juga mahal, di tambah lagi degan kondisi cuaca yang kemarau kemarin membuat tanaman gagal panen,” pungkas Masri.

BACA..  Vice President Gojek Tokopedia dan Ketua ICCI: Adu Keyakinan Ekonomi Berdikari

Nurani, Ibuk Rumah Tangga (IRT) 43 tahun menyatakan kenaikan cabai dan bawang merah, kali ini memang membuat pihaknya cukup berat dalam hal mengelola bahan pangan dapur tersebut, dengan harga yang melambung tinggi cukup sulit untuk mencukupi kebutuhan umum bumbu dapur tersebut. “Brat teuh kalinyo mandum barang Ka meuhai” tutur ibu tiga anak tersebut.[]

BACA..  Vice President Gojek Tokopedia dan Ketua ICCI: Adu Keyakinan Ekonomi Berdikari

Laporan : Maimun/Dian Fakri