Diduga Pejabat PPK BPKS Hilangkan Aset Eks Gedung Pelayanan UPTD Balohan

oleh -75 views
Pelabuhan penyebrangan kapal laut, Sabang (Balohan) . Foto: Jalaluddin, SKY.

Sabang (ADC) Aset eks pembongkaran gedung pelayanan penyeberangan Unit Pelaksana Teknis Dareah (UPTD) Balohan Kota Sabang, yang dibongkar pada tahun 2018 kini aset tersebut hilang tanpa bekas. Aset seperti kayu dan seng itu tidak diketahui keberadaannya.

Deputi Teknik dan Pembangunan (Tekbang) Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ir Fauzi Umar, saat dikonfirmasi dia mengatakan, aset eks pembongkaran gedung pelayanan UPTD Balohan itu tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yaitu saudara Oto Rizki alias Oki.

“Aset eks pembongkaran dua gedung pelayanan UPTD kapal cepat dan kapal lambat itu tanggung jawab PPK yaitu saudara Oki, untuk lebih jelas dapat ditanyakan kepada dia”., kata Fauzi Umar, tak lama kemudian Oki pun tiba diruang kerja Deputi Tekbang itu.

Oto Rizki didepan Deputi Tekbang menjelaskan bahwa aset dari pembongkaran gedung eks pelayanan UPTD Balohan memang ada dan kini disimpan di gudang Container Terminal 3 (CT-3) BPKS Jurong Perikanan Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

“Banyak aset pembongkaran eks gedung UPTD pelayanan kapal dermaga Balohan, dan kini aset tersebut tersimpan di gudang CT-3 BPKS, agar aset tersebut aman maka kita simpan disana”, ungkapnya.

Oki menjelaskan, aset pembongkaran eks gedung pelayanan UPTD Balohan seperti kayu, seng dan kaca memang banyak sekarang tersimpan. Untuk lebih jelas dapat ditanyakan kepada saudara Muhammad Nasir alias Lenglen selaku penanggung jawab atau pemegang kunci gudang.

“Seluruh aset dari pembongkaran gedung UPTD Balohan sudah kita amankan di gudang CT-3 BPKS disana lebih aman. Bahkan, ketika TNI Angkatan Laut minta saya tidak kasih kalau tidak dengan surat resmi,” jelas Oki.

BACA..  Tim Humas Kanwil ATR/BPN RI Aceh Kunjungi Redaksi Atjehdaily.Id

Sementara pemegang kunci gudang CT-3 Muhammad Nasir alias Lenglen sendiri mengaku tidak tau kalau aset eks bongkaran gedung pelayanan UPTD Balohan yang disimpan di gudang CT-3, kecuali beberapa lembar kaca jendela sedangkan kayu dan seng tidak ada disana.

“Siapa bilang ada kayu dan seng aset eks pembongkaran gedung pelayanan UPTD Balohan yang disimpan di gudang CT-3, cuma yang ada disana beberapa lembar seng kalau kayu dan seng tidak ada”, terang Muhammad Nasir alias Lenglen.

Menurut informssi aset pembongkaran eks dua gedung pelayanan UPTD Balohan, contohnya kayu dan seng sangat banyak dan punya nilai jual tinggi. Untuk itu, jika aset negara tersebut hilang diharapkan kepada penegak hukum untuk meneyelidiki.

Para pejabat yang terlibat pada proyek pembangunan pelabuhan UPTD Balohan Sabang, yang nilainya mencapai Rp.221 miliyar harus bertanggung jawab. Pasalnya, aset tersebut merupakan milik negara.

Anehnya lagi, PPK yakni saudara Oki beberakali dikonformasi ke Hand Phone (HP) miliknya tidak pernah berhasil, ada kesan HP saudara Oki itu tersambung hanya dengan penegak hukum saja. Pasalnya, saat salah seorang aparat penegak hukum meneleponnya saudara Oki langsung mengangkatnya. (Jalal)