banner 700250

Hakim MS Lhoksukon Mengabaikan Alat Bukti Yang Sah

oleh -184 views

LHOKSUKON (AD) – Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon dalam memutuskan perkara perdata Nomor 24/Pdt.G/2019/MS.Lsk atas gugatan Hak Waris, Saiful Mahdi (Pelapor) dan Ayah tirinya, Muhammad Manyak (Terlapor). Namun dalam pemeriksaan alat bukti ada indikasi Hakim berpihak kepada tergugat. Penegasan dan keberatan atas putusan itu disampaikan Saiful Mahdi pada atjehdaily.id pada Minggu 11 Oktober 2020.

BACA..  Rakyat Datang Camat Menghilang

 

“Pemeriksaan alat bukti lebih berpihak kepada Ayah tiri saya, saya merasa tidak mendapatkan keadilan dan dirugikan”. Kata Saiful.

BACA..  Tiga Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi, Lima DPO

Seperti diberitakan sebelumnya pada Senin 9 September 2020 lalu, bahwa Saiful menggugat Hak Waris atau harta bersama milik Almarhumah Ibunya yang bernama Salamah selama menikah dengan Muhammad Manyak.

Namun Hakim menolak gugatan Saiful Mahdi dengan dalil bahwa Almarhumah Ibu Salamah tidak memiliki Hubungan Hukum dengan Muhammad Manyak karena sudah bercerai. Dalam persidangan perceraian itu dibuktikan oleh Ayah tirinya dengan surat Ikrar Talak No.281/1988 yang tercatat atas nama Ahmad Nek, bukan atas nama Muhammad Manyak.

“Surat Ikrar Talak itu akhir bulan September 2020 baru saya lihat dan saya temukan”. Ujar Saiful

Lanjutnya, Ahmad Nek Bin Manyak bukan lah nama yang tercatat seperti di KTP dan KK milik Ayah tirinya. Bukan juga nama yang sudah tercatat di Buku Nikah dengan Ibu Salamah Tahun 1971.

“Sesuai data KTP, KK, dan Buku Nikah nama yang tercatat adalah Muhammad Bin Manyak. Saya rasa surat Ikrar Talak itu seperti nya di rekayasa”. Katanya.

Menurut Saiful Mahdi, Hakim yang telah memutuskan perkara gugatannya itu tidak cermat untuk pemeriksaan alat buktinya. “Atau jangan-jangan ada unsur sengaja dari Hakim”.

Seharusnya hakim dalam mengambil keputusan melihat alat bukti yang satu dengan alat bukti yang lainnya harus ada kesesuaian. Bertolak belakang dengan identitas aslinya.

Selain itu, seluruh saksi yang dihadirkan dalam persidangan baik dari penggugat dan tergugat dengan jelas mengatakan mereka pernah bercerai setelah itu rujuk kembali, hingga Ibu Salamah meninggal dunia mereka masih suami istri yang sah.

“Perceraian Muhammad Manyak dan Ibu Salamah tidak pernah melalui lembaga peradilan Agama. lalu bagaimana Ikrar Talak itu bisa terjadi tanpa sepengetahuan dari Ibu Salamah? Ini kan aneh”. Jelas Saiful.(MRZ).