banner 700250

Lahan HGU PT SMI Dirubah Jadi Pajak Pagi

oleh -138 views

KUALASIMPANG (AD) – PT Surya Mata Ie (PT SMI) berikan ijin lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tersebut seluas 2000 meter peruntukkan relokasi pagi pasar Kampung Upah, kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh.

Lahan pinjam pakai yang diberikan PT SMI, mulai dilakukan penumbangan pohon Sawit, pada Senin 12 Oktober 2020. Eksekusi pohon Sawit turut di hadiri, Camat Kecamatan Bendahara, Datok Penghulu (kepala desa) Kampung Upah, Anggota DPRK Aceh Tamiang.

“Hari ini kita lakukan penumbangan pohon sawit yang berada dalam kawasan relokasi seluas 2000 (lima rante),” sebut Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar, S.STP.

BACA..  YARA Sampaikan Empat Permintaan Kepada Komisi III DPRA

Menurutnya relokasi ini dilakukan karena kondisi pasar upah yang ada saat ini padat sehingga mengganggu arus tranportasi di daerah itu sebagian besar Pasar Upah tidak memilik lahan parkir.

“Relokasi pajak ini nanti akan ditangani oleh tiga kampung, dua kampung dalam Kecamatan Bendahara masing – masing Kampung Upah dan Kampung Perkebunan Upah serta Kampung Simpang Empat Kecamatan Karang Baru,” sebut Fakhrurrazi.

BACA..  Belajar Dari Pengalaman Pahit Untuk Berhasil

Sementara itu Datok Penghulu Kampung Upah Kecamatan Bendahara, Khairul Adami mengatakan perjuangan untuk merelokasi Pajak Upah tersebut dimulai pada Tahun 2018 melalui Musrenbang Tingkat Kecamatan hingga Tingkat Kabupaten.

“Alhamdulillah hari ini upaya ini telah membuahkan hasil. Terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Tamiang yang telah mengusahakan Lahan HGU PT. Surya Mata Ie yang memberikan izin Pinjam Pakai untuk lahan pembangunan Pasar Pagi Upah,” sebutnya.

Sedang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Saipul Sopyan yang juga anggota Komisi II mengatakan, kondisi pasar upah sudah tidak mungkin dipertahankan lagi dengan rutinitas transportasi yang padat sehingga selalu menimbulkan kemacetan lalulintas.

Saipul Sopyan berharap dengan dilakukan relokasi ini akan membawa perubahan terutama terkait kemacetan dan paling utama adalah membawa perubahan ekonomi bagi para pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan lintas kecamatan tersebut.

“Saat ini lahan seluas lima rante ini akan dibangun secara bersama oleh tiga kampung. Tapi kedepannya ini akan kita anggarkan pembangunannya melalui APBK Aceh Tamiang. Insyaallah tahun depan kita ajukan anggarannya,” sebut Saipul.

Saipul juga menyampaikan dari awal pinjam pakai lahan HGU ini seluas dua hektar. Sehingga kedepan lahan pinjam pakai selaus dua hektar ini akan kita bangun menggunakan APBK Aceh Tamiang.

“Dengan terealisasinya lahan dua hektar peruntukan pasar ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya dan akan mendongkar perekonomian para pedagang yang berjualan,” sebut Saipul mengakhiri.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar, S.STP, Camat Karang Baru Imam Suhery.S.STP, M.SP, Kepala Mukim Upah, Khairuddin, Datok Penghulu Upah, Datok Penghulu Perkebunan Upah, Datok Penghulu Simpang Empat Upah serta para tokoh masyarakat setempat. (Syawaluddin)