banner 700250

Terkait Laporan Warga Tak Direspon, Muslim Muis: Kalau Tak Sanggup Menjabat, Copot Saja!!!

oleh -569 views

MEDAN | ATJEHDAILY – Terkait laporan warga di Dinas Pertamanan Kota Medan hingga mengakibatkan kerugian, Direktur Pushpa Muslim Muis angkat suara.

Apalagi pohon yang tumbang menimpa warung warga di Jalan Sukamulia, Kalurahan Aur, Kecamatan Medan Mimun itu bersebelahan dengan kantor Lawyer Nano & Lim tempat bernaungnya Muslim Muis.

“Kita selaku warga Medan sangat mengesalkan sikap Dinas Pertamanan Kota Medan yang tak merespon pengaduan warga. Apalagi dari informasi yang saya terima, pemilik warung itu melalui Kelurahan Aur telah melayangkan surat aduan tiga kali ke dinas tersebut,” sebut Muslim Muis kepada wartawan saat dihubungi, Jumat (9/10/2020).

Dengan tidak digubrisnya laporan warga, Muis menduga ada sesuatu yang tak beres di Dinas Pertamanan Kota Medan.

“Jadi ngapain aja kerja Dinas Perramanan Kota Medan selama ini! Laporan warga dicueki, apa menunggu setelah ada korban baru Dinas Pertamanan Kota Medan turun ke lapangan?” sesalnya.

Dengan kata lain, lanjut Direktur Pusat Studi Pembaharuan Hukum dan Peradilan (Pushpa), apa mesti ‘disiram’ dulu baru Dinas Pertamanan beraksi menjalankan tugasnya.

“Kalau memang Kepala Dinaa Pertamanan Kota Medan tak sanggup lagi mengembam jabatan, ya dicopot aja. Banyak kok yang lebih potensial untuk menggantikan posisinya” tegas Muslim emosi.

Jabatan yang diemban, itu adalah amanah. Pejabat yang diangkat pun sebelumnya telah disumpah menjalankan fungsi serta tanggung jawabnya. Bukan malah melakukan pembiaran kepada warga.

“Ada apa dengan Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan? Bukankah mengabaikan amanah adalah dosa?” ujar Muslim mengingatkan para pejabat pemegang tanggung jawab termasuk Kadis Pertamanan Kota Medan.

Seperti diberitakan sebelmnya, pohon tumbang menimpa warung warga di Jalan Sukamulia, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (9/10/2020) siang. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir belasan juta.

Sofyan, sang pemilik warung mengatakan kondisi pohon memang sudah tua. Apalagi setelah warung tersebut terbakar pada Desember tahun lalu yang membuat pohon tersebut turut dilalap api.

Nah, pasca kebakaran tersebut, Sofyan sebenarnya telah melaporkan kondisi pohon ke Kantor Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Bahkan, info didapat Sofyan, pihak kelurahan telah melayangkan surat permohonan ke Dinas Pertamanan Kota Medan.

Hanya saja, surat permohonan yang dilayangkan pihak Kelurahan Aur tak direspon. Malah, pada September 2020 lalu, kembali pihak Kelurahan Aur melayangkan surat ke Dinas Pertamanan Kota Medan untuk ketiga kalinya.

Lagi-lagi tak digubris hingga akhirnya pohon Jalutung itu tumbang usai shalat Jumat ini. (pi/win)