banner 700250

LPPNRI: Pekerjaan Puskesmas Pulo Nasi Dikhawatirkan Tidak Selesai Tepat Waktu

oleh -293 views

Aceh Besar (AD)- Pekerjaan pembangunan Puskesmas Pulo Nasi, Kabupaten Aceh Besar, terancam tidak selesai tepat waktu. Dikarenakan, proyek yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran tahun 2020, senilai Rp.3.848 miliar rupiah tersebut, baru dimulai pekerjaanya.

“Saat ini progres paket pekerjaan tersebut, baru terealisasi sebesar 2,67 persen. Sehingga dikhawatirkan tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Padahal waktu bulan berjalan hanya tersisa 70 hari kerja saja,” ungkap Muhammad Amin, selaku Pemantau pada Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) wilayah Kabupaten Aceh Besar, Muhammad Amin, Rabu 7 Oktober 2020.

Menurut Amin, dari kontrak dan realisasi progres pekerjaan pembangunan Puksesmas Pulo Nasi, seharusnya sudah dimulai pekerjaannya sejak tanggal 20 Juli 2020 dan akan berakhir pada tanggal 16 Desember 2020, dengan rentang waktu pekerjaaan selama 150 hari kalender. Maka tersisa waktu pelaksanaan hanya 70 hari.

BACA..  Rakyat Datang Camat Menghilang

“Berdasarkan surat perjanjian kontrak pekerjaan bernomor 050.1/262/SPP/2020 tertanggal 20 Juli 2020 dan Nomor DPA-SKPD 1.02.1.02.01.25.06.5.2, serta nomor kegiatan 1.02.1.02.01.25.06. PT Mitrada Sejahtera, bisa dikenakan sanksi finalti,” sebutnya.

BACA..  YARA Sampaikan Empat Permintaan Kepada Komisi III DPRA

 

Sementara, realisasi fisik pekerjaan dilapangan saat ini baru sampai ketahapan pengecoran tiang pondasi. Bahkan pihak konsultan perencanaan dan pengawasan teknik dan Dinas terkait juga telah melayangkan surat teguran kepada PT Mitra Sejahtera hingga beberapa kali.

Menurut penilaian saya, kecil kemungkinan Puskesmas Pulo Nasi dapat diselesaikan tepat waktu, mengingat waktu yang tersisa hanya tinggal 70 hari lagi. Walaupun diburu pekerjaannya, maka dikhawatirkan berpengaruh terhadap kualiatas fisik bangunannya.

“Jika dihitung dari ketentuan waktu pengerjaan, seharusnya realisasi bobot pekerjaaan dilapangan telah mencapai 52,62 persen. Namun faktanya, kok masih berkisar 2,67 persen. Ada apa ini??,” tanya Amin.

Oleh karena itu, ia mendesak pihak pelaksana PT Mitrada Sejahtera untuk menambah tenaga kerja dan bekerja lembur (overtime) dilapangan, agar pembangunan Puskesmas tersebut, dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

“Dengan catatan, mutu dan kualitas fisik dari bangunan tersebut, harus sesuai dengan spesifikasi yang tertuang di dalam kontrak kerja. Itu harus menjadi prioritas utama dari mereka,” tegas M. Amin.

Selain itu, ia juga meminta kepada pihak konsultan pengawas, agar dapat bekerja secara profesional dalam mengawasi pekerjaan dilapangan. Jangan sampai, fasilitas kesehatan yang dibangun untuk kepentingan masyarakat di Pulo Nasi hasilnya tidak sesuai dengan harapan mereka.

“Pembangunan Puskesmas ini sangat urgent untuk mempercepat pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah tersebut. Apalagi ditengah situasi dan kondisi Pandemi Covid -19,” tutupnya. (WP)