banner 700250

Terkait Pembekuan Izin PT KIM, YARA Somasi Bupati Nagan Raya

oleh -196 views

Nagan Raya (AD)- Terkait dengan adanya surat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh Nomor : 660/3553.III Tanggal 10 September 2020 Tentang Penyampaian Usulan Sanksi Administratif Pembekuan Izin Lingkungan Terhadap PT. Kharisma Iskandar Muda di Nagan Raya, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH meminta kepada Bupati Nagan Raya untuk menindaklanjuti dan melaksanakan perintah surat tersebut.

Bunyi Surat dari Kadis LHK Provinsi Aceh tersebut, meminta Bupati Nagan Raya untuk melakukan pembekuan izin lingkungan terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Kharisma Iskandar Muda (KIM).

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim DLHK Provinsi Aceh terhadap PT Kharisma Iskandar Muda sesuai surat tugas nomor : 094/238/ST/2020 tanggal 18 Agustus 2020 dan Berita Acara Verifikasi Lapangan berdasarkan fakta administratif dan fakta lapangan, disimpulkan bahwa PT Kharisma Sultan Iskandar Muda tidak taat terhadap peraturan perundangan lingkungan hidup yang berlaku dan dokumen/izin lingkungan (Izin Lingkungan dari Bupati Nagan Raya Nomor : 538.3/03/Kep/2013 tanggal 10 Oktober 2013) serta perizinan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (Izin pembuangan air limbah ke badan air dari Bupati Nagan Raya Nomor : 503.11/00/2017 tanggal 25 November 2017 dan Izin Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari Bupati Nagan Raya Nomor : 503.10/01/2017).

BACA..  Tiga Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi, Lima DPO

Masalah limbah ini, kata Zubir, adalah masalah yang sangat serius, masyarakat sangat dirugikan dengan kondisi seperti ini, makanya kita meminta Bupati bersikap dan menindak tegas PT Kharisma Iskandar Muda (KIM).

BACA..  Rakyat Datang Camat Menghilang

“Ini bukan karena kita tidak mendukung investasi, kita malah sangat mendukung investasi. Namun investasi itu ada regulasi hukum yang harus ditaati dan dipatuhi oleh para pengusaha, terutama masalah limbah atau pencemaran lingkungan. Jangan sampai investasi justru membawa musibah terhadap masyarakat,” ungkap Zubir, Senin 5 Oktober 2020.

Menurutnya, jika saja perusahaan menaati dan menjalankan regulasi hukum yang berlaku, saya yakin tidak akan ada masalah apa-apa bagi perusahaan tersebut.

Surat Somasi ini langsung diantarkan Ketua YARA Perwakilan Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH ke Kantor Bupati Nagan Raya yang diterima Kasubag Tata Usaha (TU) TR. Syahfarul.

Zubir berharap, pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam hal ini Bupati dapat segera membekukan izin lingkungan terhadap PT KIM.

“Jika Bupati tidak melaksanakannya, maka kami akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Supaya menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk tidak menganggap remeh atau sepele masalah limbah atau pencemaran lingkungan,” tutup Zubir. (AF/R)