banner 700250

Babinsa Koramil 16/ Banda Sakti Pantau Protkes di Gereja

oleh -133 views

Lhokseumawe (AD) – Babinsa 16/Banda Sakti Sersan Dua JG Nababan memantau Protokol kesehatan ( Protkes) Covid-19 di gereja dan meminta kepada pimpinan gereja HKPB yang terletak di Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe untuk mensosialisasikan pencegahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan virus Covid-19 yang saat ini statusnya ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi, Minggu (27/09/2020).

BACA..  Pimpin Tradisi Penerimaan Perwira Remaja Kodam IM, Ini Arahan Panglima

Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Oke Kistiyanto SAP, melalui Danramil 16/Banda Sakti mengatakan bahwa materi yang disosialisasikan di antaranya yakni mencuci tangan sesering sering mungkin.

“Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air atau cairan berbasis alkohol,” katanya.

BACA..  Pimpin Tradisi Penerimaan Perwira Remaja Kodam IM, Ini Arahan Panglima

Kemudian, juga diperlukan untuk menjaga jarak (social distancing). “Jaga jarak setidaknya satu meter antara anda dengan siapa saja yang batuk atau bersin,” ujarnya.

Kemudian, mengindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Ia menjelaskan bahwa tangan yang menyentuh banyak permukaan berisiko kemungkinan juga ada virus. Jika terkontaminasi, maka tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.

BACA..  Pimpin Tradisi Penerimaan Perwira Remaja Kodam IM, Ini Arahan Panglima

“Lakukan kebersihan pernapasan. Kebersihan pernapasan berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu saat anda batuk atau bersin,” ucapnya.

Dia mengatakan bahwa jika mengalami gejala demam, batuk dan kesulitan bernapas segera mencari perawatan medis sejak dini.

“Jika anda merasa tidak sehat, tetaplah di rumah. Jika anda mengalami demam, batuk, atau sulit bernapas, segera cari bantuan medis,” sebutnya.

Selain itu, tetap aktif memperbarui informasi dan mengikuti saran tenaga medis terkait perkembangan Covid-19.

Gereja juga diminta membatasi pertemuan-pertemuan jemaat yang tidak penting serta menyarankan anggota jemaat melakukan aktivitas di dalam rumah.

“Pastikan seluruh rumah ibadah bersih. Melakukan pembersihan area rumah ibadah dengan menggunakan desinfektan, terutama menjelang aktivitas padat,” katanya lagi.

Ia menyebutkan, jika jemaat bertemu pasien atau mengunjungi area di mana Covid-19 menyebar dalam waktu 14 hari maka tetap di rumah, karantina inisiatif sendiri, jika mulai merasa tidak sehat, bahkan dengan gejala ringan seperti sakit kepala dan hidung meler, pastikan sampai pulih.

“Segera lapor ke puskesmas, tenaga medis terdekat atau rumah sakit. Jika anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera dapatkan saran medis karena ini mungkin disebabkan oleh infeksi pernapasan atau kondisi serius lainnya,” kata Kapten Inf Rony Mahendra.(SF).