banner 700250

Jalan Kaloy – Lesten Buka Keterisoliran Poros Tengah

oleh -149 views

KUALASIMPANG (AD) – Jalan sepanjang lebih kurang lebih 63 kilometer yang menghubungkan Simpang Semadam – Pulau Tiga – Kaloy, kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Ke Desa Lesten, kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Aceh, dikerjakan pada usulan anggaran tahun 2021.

Proyek senilai Rp.34,1 miliar yang diusulkan dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021, dengan rincian Gayo Lues Rp.20 miliar dan Aceh Tamiang Rp.14,1 miliar, dikerjakan melalui Karya Bhakti TNI, kepada Kodam Iskandar Muda, melalui Korem 011/Lilawangsa.

Pembangunan jalan terobos lintas tengah, Kaloy – Lesten membuka sentra sentra ekonomi baru, pariwisata dan keterisoliran yang selama ini dirasakan oleh masyarakat kedua kabupaten.

BACA..  Garang Geruduk Istana Bogor

Disamping mempersingkat waktu dari dan ke Sumatera Utara, juga mempermudah membawa dan mengeluarkan hasil bumi yang ada di kedua kabupaten.

Penegasan itu disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Mursil, melalui Kabag Humas, Agusliyana Devita kepada atjehdaily.id, Senin, 21 September 2020 melalui pesan singkat whatsapp.

BACA..  Dukung Omnibus Law

“Ya, dengan dibukanya jalan tembus poros tengah Kaloy – Lesten memberikan Multi effect yang sangat luar biasa, selain membuka peluang ekonomi, juga membuka jalur jalur wisata di Aceh Tamiang, yang saat ini sulit dijangkau dan dilalui,” Kata Mursil, ditirukan Devi.

Dikatakan, lebih dari 22 objek wisata unggulan di Aceh Tamiang menjadi destinasi para turis lokal, nasional dan Mancanegara Negara. Yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kata Devi, kedua Bupati (Aceh Tamiang dan Gayo Lues), hari ini lakukan prosentase di Korem 011/Lilawangsa, masing masing Bupati menyerahkan Detail Engineering Design (DED) untuk dipaparkan.

Masih Devi, dikatakan; Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, sangat berharap jalan poros tengah tersebut secepatnya dibangun, sebab lintas tengah itu jarak terdekat menuju Sumatera Utara via Aceh Tamiang.

Jika melalui, Gayo Lues – Kutacane – Lawe Pakam – Brastagi – Medan. Butuh waktu 10,5 jam perjalanan, jika melalui lintas Aceh Tamiang ke Sumatera Utara hanya butuh 7 jam perjalanan saja.

Usai memaparkankan di Korem 011/Lilawangsa. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju Kodam Iskandar Muda, di Kota Banda Aceh, untuk prosentase lebih lanjut.

Tingkatkan Jadi Jalan Propinsi

Politisi partai Demokrat, yang juga anggota DPR Aceh, Nora Idah Nita akan mengupayakan jalan Kaloy – Lesten tersebut menjadi jalan provinsi.

Menurutnya, jika jalan tersebut ditingkatkan menjadi jadi jalan provinsi, dia berjanji akan menganggarkan lewat pokok pikirannya (Pokir), untuk kelanjutan pembangunan jalan poros tengah tersebut.

“Disamping Pokir, jika statusnya menjadi jalan provinsi, akan lebih bagus, sebab kita bisa mengepush dana dari anggaran provinsi, jika anggaran kabupaten kan sangat terbatas,” jelas Nora.

Dikatakan, masyarakat Aceh Tamiang mendukung dan berharap sepenuhnya, agar jalan tersebut akhir 2021 selesai dikerjakan, “Saya sudah langsung berdialog dengan masyarakat setempat, itu harapan mereka, agar mereka terlepas dari keterisoliran akibat infrastruktur tidak baik,” jelasnya.

Kami Harus Bebas Dari Kubangan Lumpur

Ashari Kasim; Sekretaris Mukim, Kemukiman Sangka Pane, Kecamatan Bandar Pusaka menegaskan, kurang lebih 40 tahun warga yang ada didua kabupaten (Aceh Tamiang dan Gayo Lues) terisolir karena infrastrukturnya tidak ada.

Terutama itu, jalan poros tengah yang menghubungkan Kaloy – Lesten harus terbangun, untuk melepaskan masyarakat yang didua kabupaten tersebut dari keterisoliran akibat akses tidak ada.

“Kami sebagai masyarakat, menginginkan bebas karena buruknya akses, penderitaan panjang ini kami rasakan kurang lebih 40 tahun lamanya, namun hari ini kami bahagia, pemerintah melihat penderitaan kami disini, dengan membangun poros tengah Kaloy – Lesten dan harapannya segera dibangun untuak melepaskan penderitaan kami,” Jelas Ashari. (Syawaluddin)