banner 700250

Oknum Polisi Kalideres Seliweran di Persidangan Wartawan, Urusannya Apa?

oleh -141 views

JAKARTA (AD) – Ada hal yang tak lazim dilakukan olehoknum polisi kalideres, saat berlangsungnya sidang empat wartawan Media Online, bidikfakta.com di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, pada Kamis, 17 September 2020 lalu.

Seorang oknum polisi kalideres, berpakaian preman terekam sedang seliweran dalam ruang sidang, diketahui bernama Bobi, dia duduk disatu kursi pada ruang sidang. Tampak Bobi tidak sendiri ada beberapa teman polisi lain hadir diluar ruang sidang.

Memang sidang keempat terhadap wartawan Media Online itu, dilakukan secara Virtual. Anehnya, oknum polisi kalideres bernama Bobi, hadir dalam sidang tersebut urusannya apa?, atas perintah siapa?.

BACA..  Dukung Omnibus Law

Sidang keempat wartawan tersebut, digelar sejak pukul 11.00 wib dan menghadirkan keempat wartawan yang dituduh melakukan pemerasan terhadap Tanti Andriani.

Seorang rentenir pegadaian Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Kalideres, Jakarta Barat. Keempat wartawan itu dihadirkan sebagai saksi atas kasus yang menimpa diri mereka.

BACA..  Rakyat Datang Camat Menghilang

Berhubung situasi masa pandemi Covid-19, maka untuk menangkal potensi penularan penyakit tersebut, keempat wartawan media online itu tidak hadir secara langsung di pengadilan, tapi hanya secara virtual.

Mereka bergiliran satu per satu memberikan kesaksian dan jawaban atas pertanyaan hakim, jaksa penuntut umum, dan pengacara para wartawan ini.

Aneh bin ajaib, dalam persidangan dan selama proses jalannya sidang, ada oknum polisi dari Polsek Kalideres hadir seliweran di ruang sidang.

Muncul pertanyaan, apa urusannya si oknum ini hadir di persidangan keempat wartawan media online itu?.

Untuk diketahui bahwa si oknum bernama Bobi ini merupakan salah satu polisi yang menangkap keempat wartawan, yang disinyalir dibiayai oleh sang pelapor dengan nilai Rp. 5 juta untuk melakukan penangkapan.

Apakah oknum ini hadir ke persidangan untuk melakukan pengawalan atas si rentenir Tanti Andriani yang juga hadir di persidangan itu?

Pertanyaan selanjutnya, apakah dibenarkan oknum polisi, yang celana dalamnya dibeli dari uang rakyat, berseliweran di ruang persidangan hanya untuk menyaksikan, atau melakukan pengawalan si rentenir yang mengaku korban pemerasan, pada saat sidang tersebut. Apakah negara membiayai hidup oknum polisi ini hanya untuk berleha-leha menyaksikan persidangan yang bukan merupakan urusannya?

Pertanyaan berikutnya, apakah si oknum ini ditugaskan oleh pimpinannya, Kapolsek Kalideres, untuk memantau persidangan langsung di ruang sidang, sementara para saksi yang seharusnya hadir di ruang sidang hanya bisa hadir melalui jalur virtual?.

Hallo Kapolres Jakarta Barat dan Kapolda Metro Jaya, jangan tidur, pantau anak buah Anda di Polsek Kalideres dan polsek-polsek lainnya, beri pembinaan agar dapat melakukan tugas dan fungsinya dengan baik dan benar. Anda semua dibayar rakyat untuk bekerja melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat, bukan untuk mondar-mandir tidak jelas di persidangan. (APL/Red)