banner 700250

Rektor Unsyiah Ajak Kembangkan Industri Nilam, Pangdam IM: Kami Akan Realisasikan

oleh -190 views

Banda Aceh (AD)- Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Hassanudin, S.I.P, M.M mengunjungi lokasi penelitian Budi daya tanaman nilam milik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Darussalam, Kota Banda Aceh, Rabu 16 September 2020.

Kehadiran Panglima Kodam Iskandar Muda bersama jajarannya, disambut langsung Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng di Balai Senat Kantor Adminitrasi Unsyiah.

Dalam paparannya, Rektor Unsyiah menyampaikan, bahwa tanaman nilam Aceh dulu sempat menjadi primadona di kancah nasional maupun dunia.

Kala itu, kata Samsul Rizal, kualitas dari nilam Aceh sangat bagus. Namun seiring perkembangan zaman, nilam Aceh saat ini menjadi terpuruk.

BACA..  Belajar Dari Pengalaman Pahit Untuk Berhasil

Nilam adalah tanaman yang sudah ada sejak tahun 1990- an. Sedangkan 70 persen pengekspor nilam Indonesia berasal dari Aceh, dikarenakan konflik, penghasilan nilam Aceh menurun drastis bahkan hampir punah hingga saat ini. Walaupun demikian, kualitas nilam Aceh hingga saat ini tidak tergantikan dibandingkan dengan negara lain. Contohnya, hingga saat ini, Perancis masih mengimpor nilam Indonesia.

BACA..  Rakyat Datang Camat Menghilang

“Guna mewujudkan ekonomi Aceh yang sukses di pasar Internasional seperti dulu, maka sejak dua tahun terakhir ini Unsyiah melakukan riset nilam, mulai dari penanaman hingga sampai produksi. Dari hasil penelitian tersebut, Unsyiah berhasil memproduksi minyak wangi, olahan sabun, dan kosmetik,” pungkasnya.

Harapannya, perusahaan Indonesia seperti Ratu Marta Tilaar dan perusahaan lainnya, dapat memanfaatkan hasil dari tanaman lokal ini, sehingga tidak harus mengimpor lagi dari luar negeri.

Setelah selesai memaparkan prospek unggulan dari tanaman nilam ini, Rektor Unsyiah mengajak Panglima Kodam Iskandar Muda untuk mengerahkan seluruh anggotanya di seluruh pelosok Aceh agar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menanam nilam. Menurutnya, potensi dari nilam ini sangatlah luar biasa besarnya.

“Dengan kerjasama yang intens bersama Pangdam IM, nantinya kami akan memberikan edukasi dan pengawasan kepada masyarakat mulai dari penanaman hingga ke pemasarannya,” ujar Samsul Rizal.

Sementara itu, Pangdam Iskandar Muda menyambut baik program yang dilaksanakan oleh Unsyiah ini, Pangdam berjanji akan membantu mensosialisasikannya kepada masyarakat.

“Kami akan berperan sesuai fungsi dan tugas. Dalam hal ini, fungsi teritorial yang akan kami berdayakan. Inintidak hanya seremonial belaka, dan akan kita wujudkan secara realisasi. Sayang ini hasil riset yang sangat bagus dengan potensinya ada di wilayah kita,” kata Panglima.

Selain itu, Pangdam juga menambahkan, Kodam Iskandar Muda akan mendukung, melaksanakan pendampingan, dan mensuskseskan kegiatan di lahan-lahan prioritas yang sudah di petakan berdasarkan hasil riset Unsyiah, seperti di Bener Meriah, Aceh Jaya, Gayo Lues, Aceh Selatan dan Aceh Barat.

Usai diskusi, pertemuan dengan perguruan tinggi terbesar di Aceh ini, dilanjutkan dengan meninjau lahan penanaman nilam di ‘Nilam Invation Park’ Kompleks Unsyiah. Setelah itu, Pangdam beserta rombongan melihat langsung proses penyulingan minyak nilam di Atsiri Receart Center (ARC) Unsyiah dan Unit Distilasi Molekuler dan Fraksinasi, ARC Pui Bilam Aceh Unsyiah.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Marwan, Kepala Atsiri Receart Center, Syaifullah Muhamad, Kepala Bank Indonesia Aceh, Zainal Arifin, Perwakilan Bapenas Aceh, Aster Kasdam IM, Katopdam IM, Kazidam IM, Kapendam IM, dan Dandim 0101/BS. (AF/R)