banner 700250

38 TKA China Lolos ke Nagan Raya, Darnisaf: Ada Apa Ini?

oleh -387 views

Banda Aceh (AD)- Kedatangan 38 Tenaga Kerja Asing (TKA) China ke Kabupaten Nagan Raya, menuai kritikan dan kecaman dari berbagai kalangan, kedatangan mereka ini, perlu dipertanyakan.

“Jika memang 38 TKA ini memiliki Visa kunjungan, apakah itu kunjungan wisata atau kunjungan muhibah,” kata mantan aktivis ’98, Darnisaf Husnur, Minggu 30 Agustus 2020 di Banda Aceh.

Menurutnya, jika memang berkunjung ke Aceh untuk berwisata, mengapa karantinanya harus di Nagan Raya. Bukan kah lebih baik di Ibu Kota Provinsi saja.

“Jika memang benar mereka datang dengan menggunakan visa kunjungan dan didatangkan khusus ke Nagan Raya untuk bekerja, itu merupakan pelanggaran hukum dan harus diberikan sanksi kepada pihak yang mendatangkan mereka, serta harus segera di ektradisi ke negara asalnya,” tegas mantan aktivis ’98.

Selain itu, Darnis juga mengungkapkan keheranannya, kenapa setiap tenaga kerja asing yang di datangkan, kok selalu dari China atau Tiongkok. Sangat jarang kita melihat dan mendengar kalau yang di datangkan itu dari negara lain, seperti Korea, Jepang, Jerman, dan negara-negara lain selain China.

“Kita merasa heran, kenapa tenaga kerja asing yang di datangkan hanya dari China saja, sementara dari negara lain kok tidak kelihatan dan tidak pernah kita dengar,” ungkapnya dengan nada heran.

IDUL FITRI

Sementara itu, kata Darnis, di negara lain selain China juga ada tenaga ahli yang bisa di datangkan ke Aceh. Tapi harus sesuai prosedur dan tidak mengorbankan kepentingan dari masyarakat setempat.

“Khusus di Nagan Raya dan Aceh pada umumnya, masih banyak putra-putra terbaik yang dapat di tempatkan serta di berdayakan sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Ini kok malah mendatangkan tenaga kerja asing. Ada apa ini,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Darnisaf meminta kepada pihak penegak hukum, agar dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang mendatangkan 38 tenaga kerja asing dari China ke Nagan Raya, jangan sampai masyarakat menganggap kedatangan mereka memang di kondisikan oleh pemerintah.

Selain itu, ia juga menambahkan, seharusnya disaat pandemi Covid -19 ini, masyarakat sangat membutuhkan pekerjaan untuk menopang hidup keluarganya, karena selama ini mereka telah kehilangan mata pencariannya akibat kena PHK.

“Wajar saja bila masyarakat marah dan mengambil tindakan tegas dengan mengusir tenaga kerja asing dari daerahnya. Karena mereka merasa telah dikhianati,” demikian tutup mantan aktivis ’98 ini. (AF)