banner 700250

Ketua AMPES: Ada Apa Dengan Protokol Kesehatan di Subulussalam

oleh -215 views

Subulussam (AD)- Kasus positif Covid -19 di Subulussalam semakin bertambah, semestinya pemerintah fokus terhadap pencegahan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus ini.

“Namun disisi lain, Wali Kota Subulussalam terkesan gagal faham akan hal itu,” ungkap Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (AMPES) Hasbi Bancin, melalui Pesan WhatsApp kepada Media ini, Sabtu 29 Agustus 2020.

Menurut Hasbi, tidak seharusnya ditengah meningkatnya presentase kasus positif Covid -19, para elit penguasa di Kota Subulussalam melakukan kegiatan seremonial yang dapat melukai hati rakyat.

Dimana kata Hasbi, para elit penguasa pada saat melakukan kegiatan seremonial malah tidak mematuhi protokol kesehatan. Sementara itu, Juru bicara tim Gugus Tugas Covid -19, Baginda Nasution, telah mengeluarkan pernyataan yang mewajibkan seluruh masyarakat dalam wilayah Kota Subulussalam harus menerapkan adaptasi tatanan baru dengan mematuhi protokol kesehatan.

BACA..  Pertamina Rantau Bantu Sembako Untuk Koprasi Berkah Wartawan

“Mirisnya, pada saat melakukan kegiatan seremonial, elit penguasa kok malah tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan apa yang telah ditekankan oleh juru bicara tim gugus tugas Covid -19. Ada apa ini,” tanya Hasbi Bancin.

Ia menegaskan, seharusnya elit penguasa dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat tentang perlunya memahami dan mematuhi protokol kesehatan.

“Bukan malah mempertontonkan sikap acuh tak acuh terhadap peraturan yang telah ditekankan kepada masyarakat tersebut,” tegas Ketua AMPES.

Bahkan ungkap Hasbi, ada yang lebih menyakitkan lagi disaat pandemi tengah melanda, disitu pula para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam melakukan ‘BIMTEK’ ke zona merah di Sumatera Utara.

Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa harus dipaksakan. Apa sih pentingnya BIMTEK ditengah pandemi saat ini. Syukur kalo mereka tidak terpapar Covid -19 saat disana. Jika sepulang mereka nanti, apakah ada di karantina?, tidak kan. Seharusnya mereka di karantina meskipun terlihat baik-baik saja. Bukankah sekarang ada istilah positif tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

BACA..  T.A Khalid : Siapa Yang Menjual Bantuan Pemerintah Langsung Ditangkap

“Jika memang tim gusus tugas Covid -19 gencar mensosialisasikan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan pakai masker dan jaga jarak, terus kenapa berbanding terbalik dengan apa yang dipertontonkan oleh Bapak Wali Kota,” ujarnya.

“Ada apa dengan patuhi protokol kesehatan, apakah aturan ini hanya ditekankan kepada masyarakat saja, sementara bagi elit penguasa di Kota Subulussalam tidak berlaku,” demikian tutup Hasbi Bancin. (AF)