banner 700250

Pengusaha Ayam Penyet Berani Dirikan Bangunan

oleh -179 views

KUALASIMPANG (AD) – Tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Pengusaha kuliner Ayam Penyet, Eka 40 an tahun, berani membangun gedung tempat usahanya, dengan alasan sudah disetujui anggota Dewan.

Dilansir atjehdaily.id, ada indikasi masif, pengusaha kuliner di Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Bebas mendirikan bangunan, meski tidak memiliki IMB, terutama itu, membawa bawa nama anggota DPRK.

Eka, saat di konfirmasi terkait bangunan Ruko Restoran di jalan mayjend Sutoyo Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, bangunan yang didirikan sebagai tempat usaha belum miliki IMB.

Tuturnya, semua berkas yang terkait dengan IMB, syaratnya sudah masuk ke KP2TSP, hingga berita ini naik tayang, Eka belum mengantongi IMB dari KP2TSP.

BACA..  Garang Geruduk Istana Bogor

“Saya mendirikan bangunan sudah dirapatkan di Dewan beberapa waktu lalu dan soal IMB masih di proses di KP2TSP Aceh Tamiang,” jelas Eka. Kamis, 27 Agustus 2020.

BACA..  Tiga Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi, Lima DPO

Begitupun, ketika di tanya bukti dirinya sudah melakukan pengurusan surat IMB, Eka tidak dapat menunjukanya, sebaliknya malah mengeluh “Kenapa bangunan saya saja yang di sorot dan dikejar kejar padahal banyak bangunan lain yang kasusnya sama seperti saya,” katanya.

Masih Eka, dikatakan; bangunan tersebut sudah lama dihentikan, tapi dia beralasan bangunan yang dibangun merupakan tempat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Aceh Tamiang yang butuh kerja, “Saya kan sudah mengurangi pengangguran, kenapa di hambat seperti ini memang diakuinya belum memiliki surat IMB tapi kan masih dalam pengurusan katanya,” dalihnya.

Lebih jauh dia mengatakan, Eka membangun diatas tanah miliknya yang dibeli dari Joni Evita Keluarganya Nora Idah Nita Anggota DPRA sekarang.

Diwaktu yang berbeda, Kabid perijinan KP2TSP, Syahrial; saat ditanya malah mengalihkan ke Kasi pengaduan, Fahmi; dia juga buang badan dialihkan ke kabid perizinan Syahrial dan akhirnya Syarial menjelaskan, serta mengakui itu memang belum dikeluarkan ijinnya karena bangunan menyalahi aturan BSB (Badan Strategis Bangunan).

Tidak hanya BSB tapi juga BSS tepi sungai, itulah kenapa tidak dapat dikeluarkan IMB-nya sesuai telaah pihak PU di bagian Cipta Karya. Tidak layak untuk didirikan bangunan di wilayah tersebut.

Lebih jauh Syahrial mengatakan pihaknya akan tuntaskan dengan menyurati Satpol PP untuk menghentikanya. (Zulherman)