banner 700250

Pernyataan Ma’aruf Kontroversi Dengan Pendapat Aktifis Natalius Pigai

oleh -237 views

JAKARTA (AD) – Pernyataan Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin menyoal tingkat kemiskinan secara nasional menurun, sangat bertolak belakang dengan pernyataan Natalius Pigai bahwa Ma’aruf harus jujur sampaikan tentang tingkat kemiskinan di Indonesia menurun.

Padahal menurut Natalius; Jumlah penduduk miskin pada Maret 2014 sebanyak 28, 28 juta (11,28%) namun Presiden SBY mampu turunkan angka kemiskinan sehingga pada akhir jabatan September 2014 sebanyak 27,73 juta orang (10,96 persen).

Cara hitung yang benar adalah bukan ‬ bukan dihitung dari 11,22% tetapi dari 10,96 % kurangi penduduk miskin Maret 2020 sebesar 9,78% sehingga Jaman Jokowi orang miskin turun hanya 1,18%. Padahal Jokowi habiskan uang rakyat hampir 12 ribu trilyun APBN selama 6 tahun.

BACA..  Garang Geruduk Istana Bogor

Penurunan jumlah orang miskin yang hanya turun 1,18 % orang itu terlalu kecil bahkan terkecil diantara 7 Presiden.

Jokowi tidak punya hati dan kejam pada pada orang miskin. 6 Presiden sebelumnya mampu menurunkan angka kemiskinan lebih dari 2 %. bahkan Gusdur 5% dari 23% ke 18% hanya dalam waktu singkat, SBY 6%.

BACA..  Belajar Dari Pengalaman Pahit Untuk Berhasil

Natalius Pigai, Aktivis Kemanusiaan yang juga Mantan Kasubid Statistik Ketenagakerjaan Kemanakertrans RI lebih jauh mengatakan bahwa; Jumlah penduduk miskin pada Maret 2014 sebanyak 28, 28 juta (11,28%) namun Presiden SBY mampu turunkan angka kemiskinan hingga pada akhir jabatan September 2014 sebanyak 27,73 juta orang (10,96 persen).

Natalius mengingatkan Ma’ruf Amin, cara menghitung yang benar adalah ‬bukan dihitung dari 11,22%, tetapi dari 10,96 % dikurangi 9,78% penduduk miskin pada Maret 2020. Sehingga enam tahun Jokowi berkuasa, menurutnya, orang miskin turun hanya 1,18%.

“Padahal Jokowi habiskan uang rakyat hampir 12 ribu triliun APBN selama 6 tahun. Penurunan jumlah orang miskin yang hanya turun 1,18 % terlalu kecil bahkan terkecil di antara 7 presiden,” kata Natalius yang pernah menjabat Kasubid Statistik Ketenagakerjaan Kemanakertrans RI.

Menurutnua, Capaian tersebut, menunjukkan Jokowi tidak punya hati dan kejam terhadap orang miskin.

“Enam presiden sebelum (Jokowi) mampu menurunkan angka kemiskinan lebih dari 2%. Bahkan pada saat Presiden Gus Dur angka kemiskinan turun 5% dari 23% menjadi 18% hanya dalam waktu singkat (18 bulan). Sementara pada era SBY turun 6%,” demikian kata Natalius Pigai.

Ini Pandangan Ma’aruf Tentang Orang Miskin di Indonesia

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umum. Ma’ruf mengklaim tingkat kemiskinan menurun.

“Tingkat kemiskinan yang 11,22 persen pada tahun 2015 turun menjadi 9,78 persen pada bulan Maret 2020, dan meningkatnya cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN dari 61,5 persen tahun 2015 telah mencapai 81,86 persen dari seluruh populasi pada bulan Juni 2020,” kata Wapres saat memaparkan capaian pembangunan nasional yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 secara virtual, Selasa 18 Agustus 2020.

Ma’ruf juga mengklaim capaian membanggakan juga terdapat dalam bidang lainnya.

“Tingkat kejahatan atau crime rate yang menurun dari 93 orang/100.000 penduduk pada tahun 2019 menjadi 50 orang/100.000 penduduk pada semester I tahun 2020,” ujar Ma’ruf. (Red)