banner 700250

Donor Darah Tahap II Kalangan ASN Cabdis Wilayah Bireuen Dinilai Gagal

oleh -338 views

Bireuen (AD) – Kegiatan donor darah tahap ke II bagi kalangan Guru-guru dan Honorer yang tergabung didalam ASN dijadwalkan berlangsung di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen berlokasi di Cot Ijue, Peusangan, Bireuen, Rabu (19/8), yang dinilai berakhir dengan kegagalan.

Keterangan yang diperoleh media ini menyebutkan, aksi sosial donor darah tahap II yang seharusnya diikuti kaum guru di bawah Dinas Cabang, ternyata gagal terlaksana, mengingat ketidakhadiran kaum guru itu di lokasi donor darah, sehingga satu unit mobil Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr Fauziah Bireuen yang sudah standby di tempat itu, akhirnya kembali pulang.

Jika pun yang datang ke Cot Ijue hanya beberapa guru, yang pada kenyataannya sudah pernah mendonorkan darahnya pada tahap I, sekira bulan Juni lalu. Mereka itu, tidak bisa mendonorkankan darahnya karena butuh waktu tiga bulan lebih untuk bisa mendonorkan darahnya kembali.

Menurut staf UTD Bireuen, kepada media ini, mengaku, terpaksa pulang ke Bireuen, berikut mobil transfusi darah, mengingat tidak adanya pendonor. Namun belakangan ada empat guru yang datang ke UTD RSUD Fauziah Bireuen yang menyatakan ingin mendonorkan darahnya, tapi hasil pemeriksaan kesehatan hanya dua guru saja yang bisa diambil darah untuk di donorkan, sedangkan dua guru lagi gagal menodonorkan darah, setelah diperiksa kesehatannya.

BACA..  Usman Lamreung: Jangan Sampai Pemerintah di Cap Rezim Penggusur Tanpa Ada Solusi

Menurut Kepala cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, T Murthada, S.Sos yang diwakili Stafnya, Iswandi, S.Pd menyebutkan kepada wartawan, jika akan digelar donor darah Tahap II, Rabu (19/8), Namun ketidakhadiran guru-guru dari kalangan ASN, menyebabkan event tersebut gagal terlaksana seperti yang direncanakan.

BACA..  Tim Peucrok Berikan Sanksi Bagi Pelanggar Protkes Covid-19

Dalam pertemuan dengan kepala-kepala sekolah, Selasa (18/8), pihaknya sudah mengimbau kepada guru-guru untuk ikut serta mendonorkan darahnya, khususnya bagi yang belum mendonorkan darahnya.
Namun Kenyataanya, aku Iswandi, pada hari “H” ternyata banyak guru-guru yang tidak hadir, sehingga satu mobil UTD yang disiagakan di lokasi, jadinya menganggur, sehingga mobil tersebut ditarik kembali ke induknya (RSUD dr Fauziah Bireuen-red). Jikapun yang datang ke lokasi segelintir guru-guru yang sudah lebih dahulu mendonorkan darah nya pada tahap I, Juni lalu.

Kepala MKKS SMK Kabupaten Bireuen, M Yusuf, S.Pd, M,Pd yang ditanya media ini, mengaku memang tidak banyak guru yang datang, mengingat mereka sudah mendonorkan darahnya tiga bulan lalu, sehingga tidak bisa mendonorkan sebelum kurun waktu tiga bulan. “Memang ada guru yang sudah mendonorkan, dan ada guru yang tidak bisa, karena menyangkut kesehatannya, serta ada guru-guru enggan mendonorkan darahnya, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” Ucapnya.

Disinggung jumlah guru di Kabupaten Bireuen yang jumlahnya mencapai ratusan orang, sehingga masih banyak guru belum mendonorkan darahnya, setelah donor darah pada tahap I, disebut M Yusuf, pihaknya hanya bisa mengimbau guru-guru yang belum mendonorkan darahnya.” Ya bisa kami lakukan yaitu hanya imbau, tidak bisa memaksa untuk mendonorkan darahnya,” pungkas M Yusuf.

Ketua MKKS SMA Kabupaten Bireuen, Hamdani, S.Pd, M.Pd yang ditanyai tentang ketidak hadiran guru-guru SMA dalam aksi Donor Darah Tahap ke II, mengaku sedang berada di Banda Aceh, sehingga tidak mengetahui persis perkembangannya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin, S.Pd. M.Pd menyebutkan donor darah yang dilaksanakan di seluruh cabang dinas di Aceh, wajib diikuti oleh ASN termasuk guru-guru honor, SMK dan SMA. Saat disinggung jika donor darah yang dilaksanakan di Bireuen hanya diikuti dua guru, apakah dinyatakan gagal. Oleh Teuku Miftahuddin yang ditanya wartawan, hanya terdiam dan enggan mengomentarinya. (Maimun Mirdaz).