banner 700250

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Akan Bebaskan 10 Hektar Lahan Warga

oleh -326 views

Tapaktuan (AD)- Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan melakukan pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan dan perpanjangan landasan pacu (Runway) Bandara T Cut Ali Tapaktuan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Selatan Filda Yulisbar, saat mengunjungi Bandara T. Cut Ali.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan sangat komit untuk pembangunan Bandara ini,” ujar Filda Yuslibar, Selasa 18 Agustus 2020.

Filda menjelaskan, untuk pembebasan lahan milik warga seluas 10 hektar, Pemkab Aceh Selatan siap membebaskan lahan tersebut, untuk keperluan pembangunan dan perpanjangan landasan pacu.

BACA..  Pertamina Rantau Bantu Sembako Untuk Koprasi Berkah Wartawan

“Untuk tahap awal, kemungkinan yang akan kita bebaskan lahannya sekitar empat hektar. Terkait berapa harga yang harus kita bayarkan permeternya untuk pembebasan lahan warga itu. Kita berpedoman dari hasil KJPP nantinya,” ungkap Filda.

Selain itu, tambah Filda, saat ini kita lagi menunggu hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP). Setelah itu, baru kita anggarkan berapa anggaran yang dibutuhkan, ketika sudah ada hasil dari KJPP.

IDUL FITRI

“Intinya, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Tgk Amran sangat komit untuk pembangunan bandara T. Cut Ali ini, kita lagi menunggu proses dari pihak KJPP. Nantinya pihak KJPP Akan membuat harga tanah berapa yang harus kita bayar kepada masyarakat,” pungkasnya.

BACA..  T.A Khalid : Siapa Yang Menjual Bantuan Pemerintah Langsung Ditangkap

Sementara itu, Kepala Bandara Teuku Cut Ali Dodiek Setyono ST menjelaskan, untuk masterplan Bandara Cut Ali ini, di targetkan sampai 1400 meter untuk landasan pacu (Runway). Namun sekarang ini, panjang landasan pacu hanya 1280 meter, artinya kita masih perlu pembebasan lahan untuk landas pacu sampai dengan 1.400 meter.

BACA..  Pemkot Lhokseumawe Harus Lebih Bijak dalam Mengambil Keputusan

Tetapi yang perlu kita genjot dahulu untuk tahap awal adalah empat hektar untuk parkir, kemudian baru enam hektar lagi, untuk landasan pacu.

“Saat ini, Bandara T Cut Ali hanya disinggahi pesawat perintis jenis Susi Air Line, Grand Caravan yang kapasitas penumpangnya hanya 12 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut ia juga menambahkan, Bandara T Cut Ali ini, adalah bandara tertua di wilayah Pantai Barat Selatan.

“Jadi kita bersama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berniat memajukan Bandara T Cut Ali ini,” demikian pungkas Dodiek. (AF/R)