banner 700250

Akademisi Unaya Usul Gantikan Kadinkes Aceh Besar

oleh -192 views

Aceh Besar (AD) – Akademisi Universitas Abulyatama (Unaya), Usman Lamreung, mengusulkan agar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Aceh Besar diganti. Menurutnya, Kadis Kesehatan itu tidak mempunyai kapasitas dalam penanganan dan pengendalian wabah covid-19 yang mulai menyebar di Aceh Besar.

“Kunci penanganan wabah corona ada di tangan Kadis Kesehatan. Karenanya Kadis Kesehatan harus sosok yang berwawasan luas dan punya roadmap yang jelas dalam menangani suatu masalah,” kata Usman Lamreung, kepada awak media, Sabtu (15/8/20).

Menurut mantan Wakil Rektor Unaya ini, penanganan covid-19 di Aceh Besar selama ini tidak jelas arah, bahkan melanggar protokol WHO.

BACA..  YARA Sampaikan Empat Permintaan Kepada Komisi III DPRA

Contoh pelanggaran itu adalah lanjut Usman Lamreung pemukiman padat penduduk di Komplek Bulog Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya dijadikan sebagai tempat karantina pasien positif covid-19. Pasien covid-19 itu dikabarkan dibiarkan bebas berbelanja di warung sekitar, sehingga warga resah.

“Ini kan gila. Kenapa ini bisa terjadi? Karena pihak berwenang tidak punya kapasitas dan tidak memiliki arah atau road map dalam bekerja. Padahal wabah corona sudah muncul sejak awal 2020,” protes Usman.

BACA..  YARA Sampaikan Empat Permintaan Kepada Komisi III DPRA

Menurut info yang diperoleh Usman, tidak ada koordinasi dalam penanganan Covid-19 di Aceh Besar antara Kadinkes dan Gugus Tugas Pemkab Aceh Besar dengan aparatur kecamatan, kemukiman dan gampong.

Dirinya mendapat laporan A1 bahwa penempatan pasien corona di Desa Tanjung tidak berkoordinasi dengan Keuchik dan Tuha Peut setempat sehingga menuai banyak protes, kecaman hingga demo dari warga.

Tambahnya, warga setempat membahas hangat masalah ini di masjid pada Jumat malam. Pada Sabtu pagi mereka menggelar demo. Semua ini terjadi karena ulah pihak yang tidak punya kapasitas dalam menangani covid-19. Pada satu sisi mereka mengajarkan warga tentang protokol covid, pada sisi lain mereka mempertontonkan pelanggaran protokol covid.

Usman menyarankan Pemkab Aceh Besar agar menyewa hotel untuk tenaga medis dan menyediakan tempat yang jauh pemukiman warga untuk tempat karantina mereka yang terpapar covid-19. “Tempat karantina yang paling bagus adalah istana Wali Nanggroe,” katanya.

“Kalau menempatkan pasien covid-19 menyatu dalam pemukiman warga itu olok-olok namanya, karena berpeluang menjadi claster baru,” kata akademisi yang dikenal kritis ini.

Melihat situasi di Aceh Besar saat ini, tidak ada cara lain, selain mengganti dulu nakhoda penanganan covid-19 di wilayah setempat dengan sosok yang punya kapasitas. Saat ditunjuk orang yang punya kapasitas, saran-saran yang bagus akan diterima, pungkasnya tokoh Aceh Besar ini.(Rls/DW).