banner 700250

Personel Polres Sabang Makamkan Jasat Warga Garut

oleh -259 views

banner 700250

banner 700250

Sabang (AD) – Warga Garut, Jawa Barat (Jabar), ditemukan tewas dikamar tidurnya pada Sabtu tanggal 27 Juni 2020, dimakamkan oleh personel Polres Sabang di pemakaman umum Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Kapolres Sabang AKBP Muhammadun,SH, melalui Kasatintelkam AKP Ismy Sutrisna dan Kapolsek Sukakarya, IPTU Safridi mengatakan, jasad wanita paro baya tersebut dimakamkan di pemakaman umum Jurong Merbabu, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan sukakarya, Kota Sabang, pada Sabtu malam.

banner 700250

Ismy menjelaskan, jasad wanita paro baya itu bernama Popy Febriani 42 tahun, agama kristen, asal Tarogong, Kecamatan Gunung Kidul, Kabupaten Garut Jawa Barat, merupakan karyawan Erick Green House, kawasan wisata Iboih, Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Saat ditemukan oleh rekan kerjanya Muji, yang juga karyawan bungalow Erick Green House pada siang hari Sabtu 27 Juni 2020 sekitar pukul 12.10 WIB posisi jasad Popy terlentang di kamar tidurnya., jelas Kasat Intelkam Polres Sabang AKP Ismy didampingi Kapolsek Sukakarya IPTU Safriadi.

Ditambahkan, usai dilakukan visum oleh medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang, jasad Popy Febriani langsung dimakam oleh personel Polres, dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sesuai protokol kesehatan Covid-19., sebutnya.

Sementara itu, pemilik bungalow Erick Green House Erick Ramawija dikonfirmasi awak media dia mengatakan, dimasa hidupnya Popy Febriani (alm) merupakan karyawan Erick Green House sebagai chef (coki) dan sudah bekerja sejak tahun 2016., kata Akang Erick, nama sapaan Erick Ramawijaya.

Kronologisnya lanjut Akang Erick, pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2020, pukul.12.00 WIB rekan kerja Popy Febriani yang bernama Muji, memanggil-manggil yang bersangutan karena tidak seperti biasanya, dia itu setiap pagi hari sudah bangun.

Namun, setelah beberapa kali Muji memanggil untuk membangunkan Popy tidak manjawab dan saat diintip dari jendela Popy nampak tertidur sehingga Muji membuka paksa jendelanya.

Setelah sampai di dalam kamar dilihat jasad Popy Febriani sudah kaku, maka Muji pun memberitahukan kepada dirinya. Selanjutnya diteruskan laporannya ke Kepolisian dan warga sekitarnya.

Selama ini terang Akang Erick, yang bersangkutan kerap mengeluh sakit jantung, dan sering minum obat antisipasi penyakit jantungnya. Oleh sabab itu, diduga berat Popy Febriani menghembus nafas terkhirnya akibat penyakit jantung.

“Selama ini yang bersangkutan kerap mengeluh sakit dibagian dada dan sering mengkonsumsi obat jantung, pastinya kita menunggu hasil dari pihak rumah sakit”, terangnya.(Jl/02).