banner 700250

LASKAR Minta Polda Aceh Tidak Kendur Usut Ilegal Minning Dan Minyak Non Prosedur di Bireuen

oleh -228 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD) – Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR) meminta kepada Polda Aceh, agar tidak kendur untuk menuntaskan terhadap ilegal mining dan penjualan minyak non prosedur milik salah seorang yang berinisial MT, pengusaha sukses Aceh, yang juga adik mantan Bupati Kabupaten Bireuen.

Ketua LASKAR Teuku Indra dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (26/06) mengatakan, pihaknya berulang kali menyoroti beberapa laporannya ke Polda Aceh, salah satunya terkait proses illegal mining dan dugaan penyalahgunaan prosedur minyak milik MT, seorang pengusaha sukses dari Kabupaten Bireuen, yang meluncurkan bukunya berjudul “Muklis Takabeya Petarung Dari Selatan”.

banner 700250

“Kicauan” LASKAR sangatlah beralasan dikarenakan mereka telah mengantongi beberapa bukti dan dokumentasi sewaktu dilakukan Police Line oleh pihak Polda Aceh. Namun diketahui dokumentasi tiba-tiba dilepasnya Police Line tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab., tulis Teuku Indra.

Oleh sebab itu, LASKAR mengklaim jika info awal mengenai illegal mining milik MT tersebut, berawal dari laporannya kepada teman-teman Polda Aceh di bagian Ditkrimsus yang ditanggapi dengan cepat oleh team Polda Aceh itu, sehingga membuahkan hasil dengan tertangkapnya 1 unit alat berat jenis Beco dan 4 unit Dum Truk serta disegelnya 1 mesin pompa SPBU milik MT.

Bahkan, team Polda Aceh telah mengamankan seluruh barang bukti (bb) di gudang milik MT di daerah Gampong Cot Glungku, Kabupaten Bireuen, untuk dititipkan sementara oleh Pihak Polda Aceh.

“Kapolda Aceh Irjen Pol Drs.Wahyu Widada, M. Phil alumni AKPOL 1991 yang meraih predikat Adhi Makayasa, pihaknya tanpa beban dalam melaksanakan tugasnya untuk melakukan penegakkan hukum terhadap siapapun, yang salah wajib harus mempertanggung jawabkan kesalahannya di meja hukum”, kata Teuku Indra.

Ditambahkan, Kapolda Aceh menegaskan masyarakat Aceh mengetahui bahwa dalam hal penegakkan hukum pidana, terlepas dari penegakkan hukum yang terkait dengan proses izin yang terindikasi pada penyalahgunaan wewenang oleh pejabat negara, maka persoalan selanjutnya berfokus pada perbuatan pidana yang dilakukan secara langsung oleh seseorang.

Jadi, siapapun yang mengambil hasil tambang tanpa disertai dengan proses perizinan, lalu menjual dan mendapatkan keuntungan dari perbuatan itu, tentunya akan berhadapan dengan hukum.

Berkenaan dengan illegal mining, dalam hal ini kegiatan pertambangan yang dilakukan tanpa disertai dengan izin seperti diatur dalam Pasal 158 dan beberapa pasal lainnya, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Undang-undang Minerba).

Apa yang disebut dalam Pasal 158 dari UU Minerba :
“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah)., terangnya.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M.Phil yang baru beberapa bulan bertugas memimpin Polda Aceh ini terus Teuku Indra, benar-benar di uji “integritasnya” terhadap penegakkan hukum atas permasalahan illegal mining dan dugaan penyimpangan minyak yang dilakukan oleh pengusaha muda yang cukup sukses dan memiliki pergaulan yang cukup luas yaitu MT.

“Disinilah publik akan menilai kinerja dan komitmen Kapolda Aceh terhadap apa yang telah diucapkannya yaitu bekerja tanpa beban, sesuai aturan yang berlaku atau malah sebaliknya”, ujar Teuku Indra.

Diakhir rilisnya Teuku Indra mengatakan, pihaknya akan terus mengawal, permasalahan illegal mining dan dugaan penyalahgunaan prosedur penjualan minyak milik MT, hingga sampai ke meja hijau. Informasi yang kami dapatkan, saat ini berkasnya belum juga dilimpahkan ke Kejati Aceh sejak dilakukan penangkapan oleh team Polda Aceh pada tanggal 21/05/2020 sampai dengan berita ini dinaikkan, belum juga ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikkan (SPDP) nya dari pihak Polda Aceh.

“Akankah Kapolda Aceh Memegang Teguh Komitmennya Atas Ucapannya…??? Akankah MT sekali lagi akan lolos dari jerat hukum….???
Ntah lah….Hanya Tuhanlah yang tau”, tulisnya.(Jl/02).