banner 700250

Di Sabang Belum Ditemukan Yang Terpapar Covid -19

oleh -109 views

banner 700250

banner 700250

Sabang (AD) – Pemerintah Kota (Pemko) Sabang menegaskan di wilayah Sabang sampai saat belum ditemukan warga yang positif terpapar Covid -19, hal itu sekaligus membantah informasi beredar bahwa terdapat seorang balita yang positif virus corona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang dr Titik Yuniarti, kepada wartawan Kamis (25/6/2020) mengatakan, tidak benar informasi beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa ada seorang balita positif Covid -19 di Sabang. Melainkan hanya hasil tes cepat (rapid test) balita tersebut yang reaktif.

banner 700250

“Perlu kami tegaskan bahwa, Bmbukan positif Covid -19, hasil rapid yang sudah dilakukan petugas medis adalah reaktif yang artinya bisa saja dia positif atau bahkan negatif Covid-19,” kata dr Titik Yuniarti.

Dijelaskannya, setiap hasil tes cepat yang reaktif belum tentu positif Covid-19, bisa saja negatif. Oleh karenanya, perlu kami konfirmasi ke tahap uji sampel usap (swab) hidung dan tenggorokan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

“Untuk diketahui bahwasanya hasil dari PCR swab test merupakan hasil yang pasti dan akurat, maka itu masyarakat jangan dulu mengsimpulkan sebelum ada hasil uji test swab ,” jelas dr Titik Yuniarti.

Titik menambahkan bahwa, sebelum dilakukan tes cepat, balita yang berumur enam bulan tersebut ikut menjenguk saudaranya yang diopname di Pukesmas Sukajaya, Kota Sabang yang kemudian dirujuk ke RSUD Kota Sabang.

“Memang ketika menjenguk kakaknya di RSUD Kota Sabang, balita itu mengalami demam. Dokter yang memeriksanya kemudian berinisiatif untuk melakukan rapid test karena terdapat gejala batuk dan ada sesuatu yang terdengar di paru-parunya,” terang Kadinkes Sabang ini.

Kemudian, balita dan keluarganya, sekaligus petugas medis yang berkontak jarak dekat dengan balita tersebut menjalani tes cepat. Dan hasilnya balita dan saudaranya yang sakit reaktif Covid-19, sedangkan empat anggota keluarganya tidak reaktif.

Sementara dari tata yang peroleh rumah sakit, pihak keluarga balita tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah dalam beberapa bulan terakhir.

Selanjutnya pihak Dinas Kesehatan langsung berkoordinasi dengan pejabat tingkat provinsi untuk melakukan uji sampel usap PCR kelima orang warga ini.

“Diantaranya dua anak yang reaktif dan tiga orang petugas medis yang berkontak langsung dengan anak tersebut. Untuk pencegahan, baik anak yang reaktif maupun petugas medis itu saat ini sudah diisolasi di RSUD Kota Sabang, sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara lanjut dr Titik, saat dalam pengawasan rumah sakit diminta, agar tidak ada warga yang berlalu lalang sebagai langkah upaya antisipasi dan pencegahan, dengan berharapan
warga untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan berita yang tidak benar.

“Saya berharap masyarakat tidak berasumsi negatif dulu. Jika sudah keluar hasil sweb test dan terjadi hal yang terburuk nantinya, saya menganjurkan semua yang berkontak langsung dengan anak itu baik petugas medis atau siapapun harus dilakukan swab test,” harap dr Titik Yuniarti.(Jl/02).

banner 700250