banner 700250

H Anwar Idris : Aceh Harus Mampu Kelola Tambang Minyak dan Gas Blok B Secara Mandiri

oleh -206 views

banner 700250

banner 700250

Jakarta (AD) – Anggota DPR RI Drs H Anwar Idris kepada media lewat rilisnya Jum’at sore, 19 Juni 2020 sangat apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Aceh yang telah mengambil alih Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi Blok B di Aceh Utara melalui salah satu Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang dikelola oleh PT Pembangunan Aceh (PEMA).

Tambah Anwar, sektor Industri Tambang Minyak dan Gas Bumi, mampu bersaing secara mandiri dan global dalam upaya mendorong segala bentuk ketertinggalan pembangunan untuk meningkatkan pembangunan taraf kesejahteraan masa depan rakyat Aceh.

banner 700250

Lanjutnya, pengambilan dan peralihan pengelolaan Minyak dan Gas Bumi oleh Aceh secara mandiri, kita dengan ini mengharapkan kedepan Pemerintah Aceh bisa mampu berkontribusi dalam mempercepat laju pembangunan kesejahteraan serta mengurangi angka kemisikinan di Provinsi Aceh ujung Sumatera ini.

Dirinya salah satu anggota Komisi VII DPR RI asal Aceh, membidangi mitra kerja di kementrian pada sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, sejak semula dan awal-awalnya memang saya selalu menyuarakan dalam upaya memperjuangkan, agar Pemerintah Aceh harus bisa kelola Sumber Daya Alam, baik itu Minyak dan Gas Bumi secara mandiri serta profesional dengan ketersedian sumber daya manusia Aceh yang ahli dibidangnya.

Dia selalu menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Aceh jauh jauh hari sudah sangat siap untuk mengelola Blok B Migas Aceh Utara maupun ditempat lainnya diperairan laut dan daratan Aceh.

Anwar Idris juga mengingatkan dan menekankan dalam kesempatan dan kepercayaan ini. “Tentu harus dimanfaatkan dengan sebaik baik mungkin, demi untuk mewujudkan kepentingan kesejateraan pembangunan dan kemakmuran bagi masyarakat Aceh,” sebutnya.

Anwar Idris meminta agar pemerintah Aceh segera melakukan rekrutmen tenaga kerja lokal yang benar benar berkompenten dibidangnya masing masing, tanpa mengabaikan kearifan lokal yang masih tertanam dalam kehidupan rakyat Aceh yang masih berlaku hingga sekarang.

Apalagi lanjutnya Anwar seperti yang kita tahu selama ini bahwa sebelumnya, terkait pengelolaan tambang Minyak dan Gas Bumi di Blok B dulunya dikelola oleh Mobil Oil Indonesia (MOI), namun setelah kontrak berakhir sejak 3 Oktober 2018 silam, pengelolaannya dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yaitu perusahaan BUMN, hingga akhirnya sekarang dikelola oleh BUMA milik Pemerintah Aceh sendiri.

Meskipun dia akui Perjuangan Pemerintah Aceh selama 2 tahun lebih terkahir ini, ” Alhamdulillah tidak begitu sia-sia untuk dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh dalam mengelola secara sendiri dan mandiri hasil produksi tambang minyak bumi dan kandungan gas tersebut,” sebutnya lagi.

“Semoga ini dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap kelanjutan pembangunan Aceh untuk masa depan kearah yang lebih, bermartabat dan berkeadilan,” ujar Anwar.

Meskipun saat ini tidak lagi menjadi blok terbesar dan hasilnya pun tidak lagi melimpah, seperti produksi pertamanya yang mencapai 3.400 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari). Namun masih ada lapangan-lapangan atau ladang-ladang minyak lainnya yang masih bisa dikembangkan disamping yang existing sekarang, sehingga nantinya dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Aceh, pungkas Politisi PPP ini. (Iqbal).