banner 700250

Kapolresta Banda Aceh: Halangi Pemakaman Jenazah Covid -19 Bisa Diproses Hukum

oleh -339 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Pasca terjadinya penolakan terhadap jenazah pasien Covid -19 berinisial SUK (63) warga Sumatera Utara yang hendak di kebumikan di Pemakaman lahan milik Pemerintah Aceh melalui Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) untuk korban Covid -19 yang berada di Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar pada hari Rabu 17 Juni 2020.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH menegaskan, warga tidak boleh menolak atas korban Covid -19 yang meninggal di Aceh, terutama dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

banner 700250

“Warga yang bermukim di sekitar areal pemakaman tersebut, tidak perlu khawatir adanya jenazah pasien covid -19 dimakamkan di sekitar lingkungan mereka. Sebab pemusalaran pasien covid -19 telah melalui prosedur ketat, sehingga tidak ada alasan menolak pemakaman korban tersebut,” kata Kapolresta, Jum’at 19 Juni 2020.

Menurutnya, petugas yang menangani jenazah, telah memakai APD lengkap di ruang isolasi, jenazah ditangani sesuai agamanya. “Jika muslim, maka jenazah akan dibersihkan dan dikafani, setelah dikafani lalu dimasukan kedalam kantong plastik yang sudah dipastikan tidak ada kebocoran,” ungkap Kapolresta.

Selain itu, Trisno juga menjelaskan, pembungkusan ini dilakukan ekstra ketat, agar bila ada cairan yang berasal dari jenazah tidak bocor dan menularkan kepada orang lain. Kemudian jenazah dimasukan ke dalam peti dan peti tersebut dipaku mati. Peti jenazah juga disemprot dengan cairan disinfektan dari luar.

Selanjutnya pihak rumah sakit menghubungi petugas dinas kesehatan untuk memantau pemakaman jenazah. Selain dipaku mati, peti jenazah juga dibungkus plastik lalu disemprot dengan cairan disinfektan lagi, baru dimasukan ke dalam mobil jenazah.

“Maka dengan demikian, diharapkan kepada seluruh warga yang berdomisili di sekitar area pemakaman korban Covid -19 tidak perlu gundah dan risau, karena setiap apa yang telah dilakukan oleh petugas kesehatan, tentunya sudah dalam keadaan aman dibawah pemantauan dari Dinas kesehatan dan tim Covid -19 Kabupaten/Kota,” jelasnya.

“Saya mengharapkan kepada seluruh jajaran Polsek untuk melakukan koordinasi dengan segala lini sektor, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, cerdik pandai, unsur muspika untuk bersama- sama mensosialisasikan untuk tidak melakukan penolakan terhadap pemakaman korban Covid -19,” tegas Kapolresta.

“Kapolresta Banda Aceh menilai, pelaku penolakan atau menghalangi jenazah yang akan dikuburkan apalagi terhadap jenazah Covid -19 bisa dipidana dengan pasal 178 KUHP, ” demikian Pungkas Kombes Pol Trisno Riyanto. (AF)