banner 700250

Bireuen Kedepan Berpotensi Menjadi Tiga Daerah Otonomi Baru

oleh -532 views

banner 700250

banner 700250

Bireuen (AD) – Dalam menanggapi pertemuan silahturahmi ratusan tokoh Peusangan Raya yang tergabung dalam wadah Ikatan Masyarakat Peusangan Raya (IMPERA) yang berkumpul dikediaman H. Mukhlis, A.Md beberapa hari yang lalu.

Dimana  tokoh masyarakat Bireuen, Drs Muhammad Arif Andepa saat dimintai tanggapan oleh Atjehdayli.id, Selasa (2/6) terkait pertemuan tersebut mengatakan dalam sebuah negara yang menganut sistem Demokrasi seperti Indonesia, bila ada wacana dari usulan dari kalangan masyarakat yang berkeinginan menyampaikan aspirasinya dalam mendorong terwujudnya pemekaran daerah merupakan suatu solusi hal yang wajar dan sah sah saja dalam memacu meningkatkan pemerataan pembangunan di segala sektor publik.

banner 700250

Menurut mantan wakil ketua DPRK Bireuen periode 2014-2019, bahwa keinginan masyarakat itu merupakan suatu bentuk cerminan aspirasi masyarakat Peusangan Raya, mungkin selama ini tidak sempat tercium oleh publik.

Ternyata tambah Muhammad Arif Andepa, hasrat masyarakat dibalik momentum Silahturahmi Tokoh masyarakat IMPERA tidak bisa dibendung terkait aspirasi masyarakat Peusangan Raya, turut dihadiri ratusan perwakilan tokoh masyarakat dari berbagai unsur dan kalangan saat pertemuan tersebut.

Tentu mereka ini merupakan perwakilan tokoh masyarakat yang sudah jauh jauh hari mempertimbakan kajiannya dari berbagai aspek baik secara geografis, historis, sosiologis, yuridis dan jumlah penduduk, serta potensi pendapat asli daerahnya, ujarnya.

Dalam sepekan ini lanjutnya lagi, memang marak pembicaraan dikalangan masyarakat Bireuen, terkait wacana pemekaran dikawasan Bireuen yang ingin diusulkan oleh masyarakat sebagai Calon Daerah Otonomi Baru(CDOB), baik usulan pemekaran Kota Madya, pemekaran kecamatan dan usulan pemekaran Gampong/Desa dalam Kabupaten Bireuen.

Dirinya juga pernah terdengung pembicaraan di kalangan tokoh masyarakat dan warga terkait wancana wilayah Kabupaten Bireuen sebelah barat sangat layak dan strategis bila di usulkan menjadi Kabupaten Batee Kureung yang beribukota dikawasan Cot Batee Geuleungku mencakup beberapa Kecamatan, di sebelah barat Bireuen.

Soal wacana pemekaran daerah seperti di Bireuen ini tentu hampir disemua daerah di Aceh ada rencana yang serupa diseluruh Aceh. Baik mencuatnya soal pemekaran di Subulussaalam, Kota Panton Labu, Aceh Raya, Aceh Malaka dan seterusnya, sebutnya lagi.

Namun semua itu tetap merujuk kepada peraturan perundang undangan dan butuh kajian secara ilmiah dan komprehensif untuk dievaluasi kelayakan oleh Pemerintah Pusat, ucapnya.

Menurut Muhammad Arif, pertemuan pada tanggal 30 Mei 2020 dikediaman rumah H Mukhlis Takabeya A.Md tersebut hanya sebagai wahana silaturrahmi para tokoh masyarakat wilayah timur Bireuen Peusangan Raya dalam melihat penguatan wacana pemekaran serta bisa saja dijadikan sebagai barometer tahap awal menjelang Pilkada Bireuen tahun 2022.

Pemekaran ini suatu persepsi dan harapan aspirasi masyarakat, tentu sah sah saja bila Pemerintah kedepan sudah mencabut “Moratorium Pemekaran Daerah”, apabila mendapat dukungan dari Kabupaten Induk. Bupati dan Gubernur Aceh serta didukung oleh perwakilan rakyat Aceh yang duduk di Parlemen DPR RI, DPD RI di senayan Jakarta, agar bisa berupaya memperjuangakan pemekaran Kabupaten, Kota dan Desa yang sedang mencuak ditengah masyarakat Bireuen”.Tutupnya Muhammad Arif Andepa, juga salah satu penggagas lahirnya Partai Lokal PNA di Aceh. (Iqbal).