banner 700250

PILAR Bantu Warga Terkait Limbah Perusahaan PT Samana, Pemkab Aceh Besar Jangan Diam

oleh -318 views

banner 700250

banner 700250

Kota Jantho (AD) – Pageu Wilayah Aceh Rayeuk (PILAR) kembali mengawal permasalahan antara masyarakat dengan perusahaan PT Samana. Kali ini Aliansi Mahasiswa dari Pilar, Minggu 31 Mei 2020 menjumpai Keuchik Gampong Meunasah Kulam, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.

Pertemuan tersebut membicarakan tentang keputusan masyarakat yang selama ini merasa tidak nyaman dengan aktivitas perusahaan PT Samana, karena PT Samana melanggar adat dan merusak lingkungan dengan limbah perusahaan tersebut.

banner 700250

Menurut laporan masyarakat yang kami terima Perusahaan tersebut sangat semena-mena kepada masyarakat, ujar koordinator Pilar Muhammad Faidzal Rizki.

Lanjutnya, serapan tenaga kerja lokal sangat rendah dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan tersebut sangat mempengaruhi masyarakat, bahkan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat yang ada di Gampong tersebut.

“Kita menginginkan masyarakat juga sejahtera dengan adanya perusahaan tersebut, dan juga perusahaan harus bertanggung jawab atas limbah perusahaan yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Perusahaan harus mematuhi adat masyarakat setempat,” harap Rizki.

Sementara itu, Keuchik Gampong Meunasah Kulam, Kurniawan, ST juga menambahkan masyarakat sangat resah dengan aktivitas perusahaan PT Samana.

Menurut Keuchik Meunasah Kulam, masyarakatnya sebelum ada perusahaan tersebut orang-orang dapat mencari rezeki dikebun dan kesawah, tetapi akibat limbah tersebut masyarakat sekarang tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.

Sehingga irigasi yang dibangun oleh Pemkab Aceh Besar senilai 3 Milyar pada tahun 2018, juga terbengkalai akibat limbah perusahaan tersebut.

“Selama ini PT Samana tidak memberi manfaat apa-apa untuk masyarakat, tenaga kerja lokal juga cuma 1 orang, padahal mereka melakukan aktivitas di Gampong kami,” kesalnya Keuchik Meunasah Kulam.

Maka dari itu, Pilar mengharapkan pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut.

Pilar mengharapkan kepada pemerintah Aceh Besar dalam hal ini harus tegas terhadap perusahaan tersebut jika memang terbukti seperti keluhan masyarakat selama ini.

“Pemkab Aceh Besar sangat lemah menanggapi hal-hal seperti ini. Padahal ini adalah permasalahan rakyatnya. Jangan menutup mata jika terjadi masalah seperti ini,” terang Rizki.

Rizki minta Pemkab Aceh Besar turun ke masyarakat untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat dan harus menindak lanjuti keluhan tersebut.

“Buktikan Pemerintah Aceh Besar itu dipimpin oleh seorang pemimpin yang berani menuntaskan permasalahan masyarakat bukan pemimpin yang asik goyang goyang kaki di kursi empuk kantor,” ucapnya Rizki.

Dengan permasalahan ini, Pilar menantang Pemerintah Aceh Besar untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. “Setidaknya setelah lebaran terjun langsung ke masyarakat,”tegasnya.(Rls/DW).