banner 700250

Walikota Langsa Resmikan Gedung IGD PIE/COVID-19

oleh -205 views

banner 700250

banner 700250

LANGSA (AD) – Wali Kota Pemerintah Kota Langsa, Aceh. Usman Abdullah, SE, meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Penyakit Infeksi Emerging (PIE)/COVID-19, di gedung RSUD Langsa, Jum’at, 29 Mai 2020.

Wali Kota Langsa mengatakan bahwa, dengan kita resmikan gedung IGD PIE/COVID-19 sebagai antisipasi kita dalam mengatasi situasi pandemi COVID-19 di Kota Langsa.

banner 700250

“Walaupun di Kota Langsa tidak ditemukan adanya masyarakat yang terjangkit COVID-19, tapi kita jangan lalai dalam aktivitas sehari-hari sehingga Kota Langsa tidak ada yang terjangkit virus COVID-19, di sini bukan berarti COVID-19 tidak ada, tetapi kalau kita hidup sesuai dengan SOP protokol kesehatan, Insya Allah kita semua tidak akan terjangkit Virus COVID-19,” sebut Walikota Langsa, Usman Abdullah didepan para tamu undangan.

Walikota Langsa,berharap, sebagai aparat abdi negara jangan bosan untuk selalu mengimbau warga untuk selalu menetapkan physical distancing dan social distancing serta menggunakan masker dalam kehidupan bermasyarakat.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Langsa, dr. Fardhiyani, menyampaikan bahwa, peresmian gedung IGD PIE/COVID-19 ini harus terpisah dengan gedung perawatan pasien penyakit lainnya.

Gedung yang diresmikan hari ini untuk Penyakit Infeksi Emirging (PIE) terdiri dari tiga kamar yakni, ruang IGD RSUD Langsa, memiliki satu ruangan dan dua tempat tidur untuk proses observasi setiap orang yang termasuk dalam kategori ODP (orang dalam pengawasan).

Dikatakan dr. Fardhiyani, setiap orang yang tergolong ODP akan diobservasi di ruangan tersebut selama 6 jam untuk menentukan kategori ODP ringan atau sedang. Kemudian dianjurkan berobat jalan di bawah pengawasan puskesmas di mana orang tersebut berdomisili.

Selanjutnya, ruang Isolasi PDP (pasien dalam pengawasan), memiliki dua ruangan dengan enam tempat tidur. Setiap ODP yang telah diobservasi dinyatakan ODP berat, maka akan diisolasi di ruang Isolasi PDP selama 14 hari ke depan.

Sementara, ruang isolasi pasien positif COVID-19, ruang tersebut memiliki 20 kamar. Apabila Kota Langsa terjadi pandemi COVID-19, maka ruangan tersebut digunakan untuk proses isolasi pasien hingga dinyatakan sembuh.

Sebut dr. Fardhiyani lagi, untuk anggaran penanganan PIE/COVID-19 diambil dari dana tanggap darurat COVID-19 yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemko) Langsa.

Usai peresmian, Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE bersama unsur Forkopimda Kota Langsa, melakukan penandatanganan batu prasasti peresmian gedung PIE/COVID-19, sekaligus melakukan tepung tawar kepada Direktur RSUD Langsa, dr. Fardhiyani dan Dewan pengawas RSUD Langsa dan dilanjutkan peninjauan ruangan perawatan. (Mustafa)