banner 700250

Residivis Kasus Narkoba Diciduk Personel Polsek Kuta Alam

oleh -204 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Alam menciduk seorang residivis kasus narkoba setelah menggasak ratusan voucher berbagai operator seluler di Wahyuna Cell Banda Aceh, Kamis 21 Mei 2020 dini hari.

Pelaku berinisial PD (26) warga Gayo Lues, menjalankan aksinya dengan cara membongkar tempat usaha milik korban Ernitawati (37) warga Jeulingke, Banda Aceh menggunakan alat bantu berupa linggis berukuran panjang satu meter.

banner 700250

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono, SIK mengatakan, selain kasus pencurian ratusan voucher berbagai operator seluler, pelaku juga mengambil barang berharga lainnya milik korban.

“Aksi kejahatan yang dilakukan PD terjadi pada Kamis dini hari, dan keesokan harinya baru diketahui oleh korban setelah dihubungi oleh tetangganya yang mengatakan bahwa pintu belakang ruko korban telah terbuka akibat dibongkar,” ujar Kapolsek, Jum’at 29 Mei 2020.

Selanjutnya Dizha juga menjelaskan, setelah mengetahui kejadian tersebut, korban langsung melakukan pengecekan terhadap keadaan tempat usahanya dan melakukan pengecekan terhadap barang berharga miliknya, ternyata barang milik korban banyak yang telah hilang.

Selain ratusan voucher berbagai operator seluler, korban juga kehilangan ratusan bungkus rokok dan surat penting lainnya serta uang tunai sebesar 5 juta rupiah.

Berdasarkan,Laporan Polisi  : LP.B / 105 / V / YAN.2.5 / SPKT tanggal 23 Mei 2020 tentang dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHPidana, pihak Polsek Kuta alam melakukan penyelidikan terkait kasus yang dialami oleh korban.

“Kami melakukan penangkapan terhadap pelaku PD di dalam kamar kosnya yang dihuni oleh pelaku dengan berbagai barang bukti ditemukan di kawasan Gampong Mulia Banda Aceh pada hari Minggu 24 Mei 2020 malam,” ungkap Dizha.

Pelaku merupakan residivis kasus ganja pada tahun 2017 dengan vonis 2 tahun serta bebas pada akhir tahun 2019 di LP Kutacane.

“Saat ini, PD mendekam di sel tahanan Polsek Kuta Alam Banda Aceh dan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Iptu Miftahuda Dizha Fezuono. (AF)