banner 700250

AGC Bersama Pemkab Bireuen Lepasliarkan Puluhan Tukik ke Laut

oleh -319 views

Bireuen (AD) – Yayasan Aceh Green Conservation (Y-AGC) bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen yang diwakili Dinas Pangan, Perikanan, dan Kelautan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) melepasliarkan sejumlah tukik di Pantai Ujong Seuke, Gampong Blang Kubu, Peudada, Bireuen, pada Kamis (28/5) sore.

Pembina Yayasan AGC, Suhaimi Hamid menuturkan, upaya penyelamatan Peyu, salah satu satwa dilindungi perlu dilakukan semua pihak, karena populasi Peyu di Kabupaten Bireuen terus menurun dari tahun ke tahun.

“Ini merupakan kegiatan perdana AGC dalam rangka menyelamatkan Penyu di Kabupaten Bireuen, berdasarkan informasi yang kita peroleh dari masyarakat yang berada di seputaran pantai laut perairan di Kabupaten Bireuen, jumlah Penyu yang bertelur semakin menurun, artinya populasi Penyu di Bireuen kian kritis,” sebut Suhaimi Hamid yang juga Ketua Umum Forum DAS Krueng Peusangan.

Suhaimi menjelaskan, pemilihan lokasi Pantai Ujong Seuke Peudada sebagai tempat pelepasliaran Tukik hari ini, karena beberapa bulan lalu, banyak warga sekitar ini pernah menemukan telur Penyu dibibir pantai kawasan ini dan sejumlah Tukik yang sedang menuju ke Laut pasca menetes telur dipasir bibir pantai Ujoeng Seuke.

BACA..  Ayah Ishak Yusuf Serahkan Salinan SK Pengurus KSBSI Aceh ke DISNAKERMOBDUK

Artinya, di Ujong Seuke dan sekitarnya masih ada populasi aktivitas Penyu, makanya kita coba melepasliarkan Tukik disini, sebut Suhaimi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bireuen, Ir Irwan menyambut baik, aksi yang dilakukan AGC. Menurut dia, kedepan perlu dilakukan penyuluhan tentang kebijakan pemerintah yang melindungi Penyu.

IDUL FITRI

“Ini merupakan salah satu terobosan yang luar biasa dilakukan oleh teman teman AGC, kedepan kita siap bersinergi untuk menyelamatkan dan meningkatkan populasi Penyu di Kabupaten Bireuen,” sebut Irwan.

Kadis Irwan menghimbau, agar warga tidak lagi mengambil telur Penyu dan membunuh Penyu saat penyu meneteskan telur didaratan bibir pantai laut Peudada, karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, selain itu, pengambilan telur Penyu dan membunuh Penyu telah mengancam populasi Penyu di Kabupaten Bireuen.

BACA..  Jalan Tembus Poros Tengah Lesten – Kaloy Harus Terbangun

“Penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh negara, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018,” sebut Irwan.

Menurut Irwan, bila kita tidak menyelamatkan Penyu, maka generasi kedepan tidak akan bisa melihat lagi hewan langka Penyu tersebut, sehingga kedepan, mereka hanya bisa melihat gambarnya saja, sementara secara nyatanya sudah tidak ada hewani yang dilindungi itu karena tidak dijaga secara baik dan benar. Terang Irwan Kadis Pangan, Perikanan dan Kelautan Bireuen ini.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bireuen, Drs. Murdani menambahkan, pada prinsipya pihaknya mendukung setiap kerja-kerja penyelamatan lingkungan yang dilakukan AGC dan FDKP di Kabupaten Bireuen.

Sejauh ini, kita terus bersinergi dengan AGC dan FDKP dalam rangka penyelamatan lingkungan di Kabupaten Bireuen, baik hutan, daratan, maupun satwa lainnya dilindungi baik di alam laut sebagai tempat habitat penyu bertahan hidup, sebut Drs Murdani.

BACA..  Komite I DPD RI Bahas Percepatan Tanah Untuk Kombatan di Aceh

Murdani menyebutkan, Penyu merupakan salah satu satwa pengendali Ekosistem Laut, sehingga perlu diselamatkan untuk menjaga pelesatrian keanekaragaman habitat laut sebagai kekayaaan sumber daya alam laut tanpa bisa diperbaruhi bila tanpa kita jaga dalam pelestarian secara secara baik dan benar. Murdani juga menghimbau, kepada masyarakat pesisir dan pedagang serta pengunjung Patai Ujong Seuke, agar tidak membuang sampak ke Laut. Dikarenakan bisa merusakan ekosistem laut tercemar bagi keberlangasungan kehidupan satwa laut, seperti penyu.

“Mari bersama-sama kita selamatakan Penyu yang ada dikawasan Laut Kabupaten Bireuen, sebagai anugerah Ciptaan Allah Swt. Kita berharap, pedagang dan warga juga tidak membiasakan membuang sampah ke laut, karena dapat mengganggu popukasi habitat dan ekosistem laut,” sebut Murdani. (Iqbal).