banner 700250

Unit Ranmor Polresta Banda Aceh Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil Rental

oleh -334 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Personel Unit Ranmor Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh berhasil menangkap pelaku penggelapan mobil rental di Kabupaten Bireuen, Senin 18 Mei 2020. 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat reskrim AKP M. Taufiq, SIK, MH mengatakan, penangkapan pelaku penggelapan mobil rental ini, sesuai dengan laporan korban Al Mahdi (55), warga Komplek BTN Ajuen, Aceh Besar pada bulan Oktober 2018.

banner 700250

“Awalnya pelaku RM (29) warga Cot Keureudong, Bireuen, menjumpai korban untuk merental mobil di Pasar Lam Ateuk Aceh Besar. Setelah terjadi kesepakatan antara Al Mahdi dengan RM, korban Al Mahdi merentalkan mobil miliknya kepada pelaku dengan biaya perbulannya sebesar 4,8 juta,” ungkap Kasat Reskrim.

Lanjut Kasat Reskrim, seiring berjalannya waktu, awalnya pelaku selalu lancar membayar uang rental kepada korban. Namun sampai dengan saat ini, pelaku RM tidak membayarkan uang rental selama lima bulan berturut- turut sehingga korban mencoba menghubungi pelaku, alhasil handphone pelaku pun sudah tidak aktif lagi. Korban pun akhirnya melaporkan kepada kami.

“Menindak lanjuti laporan dari korban, Unit Ranmor Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mencoba menghubungi Polres Bireuen guna melakukan koordinasi tentang keberadaan pelaku di Bireuen,” kata Taufiq.

Namun, Pada hari Senin 18 Mei 2020 sekitar jam pukul 08.30 WIB, pelaku berhasil ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Bireuen dirumahnya dan langsung diboyong ke Polres Bireuen.

Setelah pelaku ditangkap, selanjutnya Unit Ranmor Sat Reskrim Polresta Banda Aceh bergegas menuju Polres Bireuen untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku RM.

Pelaku mengakui, bahwa dirinya telah menggelapkan mobil korban, akan tetapi, kenderaan milik korban saat ini berada di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, karena telah di gadaikan kepada Rudi seharga 35 juta.

“Saat ini, RM mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHP dan diancam selama 7 tahun penjara,” tutup AKP M. Taufiq. (AF)