banner 700250

James NKRI Minta Semua Pihak Tidak Lupakan Nasib Korban Konflik Aceh

oleh -301 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Ditengah merebaknya wabah Covid -19 di seluruh dunia tak terkecuali Aceh, Pemerintah Aceh seakan sibuk hanya memikirkan tentang nasib warga yang terkena dampak pandemi.

Selain wabah mematikan asal Wuhan, Cina, Aceh saat ini juga sedang di kepung banjir dimana-mana. Banjir terbaru adalah, banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah (Takengon).

banner 700250

“Belum lagi ketidakharmonisan antara Eksekutif dan Legeslatif, membuat kian menarik perhatian publik khususnya di Aceh. Sehingga berbagai program pembangunan lainnya seakan luput dari perhatian publik termasuk para pengamat sosial,” kata James NKRI, Minggu 17 Mei 2020 di Banda Aceh.

Menurutnya, korban konflik Aceh sama sekali tidak mendapat perhatian. Padahal, mereka punya hak khusus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dan dan Otonomi Khusus (Otsus).

“Saya berharap, Pemerintah Aceh bersinergi dengan semua pihak kembali melanjutkan  program santunan untuk anak-anak korban konflik Aceh,” harapnya.

Selain itu, James juga mengaku sangat prihatin dengan nasib anak yatim, para janda dan korban konflik, apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang belum hilang penyebarannya.

“Tentu masih banyak anak-anak korban konflik yang masih menempuh pendidikan dan warga yang terdampak cacat fisik akibat perang Aceh. Saya menduga hari ini mereka seperti sudah terlupakan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, James meminta Pemerintah Aceh segera memikirkan kembali mengenai nasib para korban konflik Aceh. “Kita berikan kepada mereka dana usaha yang memadai, agar keluarga mereka bisa menyambung hidup dengan baik.

Saya rasa dana Otsus bukan cuma bisa dipergunakan untuk membangun infrasruktur, tapi bila kita mampu membangun jembatan SDM mereka, maka itu merupakan satu tanda keberhasilan bahwa Aceh sudah mampu untuk mengelola yang lainnya.

“Walaupun begitu, semua harus dilakukan sesuai mekanisme dan aturan hukum yang berlaku. Dan yang paling penting adalah, kekompakan antara Pemerintah Aceh dengan DPRA untuk mewujudkan hal ini,” pungkasnya.

“Sekali lagi saya ingin sampaikan, mari kita bersama-sama kembali mencurahkan perhatian kepada para korban konflik Aceh, yang hari ini masih dalam kesulitan. Tentu dengan tidak mengabaikan program pembangunan lainnya,” demikian tutup James NKRI. (AF)R)