banner 700250

GMPA Desak Plt Gubernur Aceh Copot Kadis Pendidikan Dayah

oleh -878 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Gerakan Muda Peduli Aceh (GMPA) turut prihatin atas kebijakan pemotongan anggaran untuk Dayah di Aceh, walaupun kita tahu bahwa pemotongan tersebut, adalah kebijakan Pemerintah Pusat yang mengharuskan seluruh Pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran untuk penanganan Covid -19.

“Pertanyaan kita disini, kenapa alokasi untuk Dayah yang menjadi pilihan, apa tidak ada pos anggaran pada dinas lain yang di potong,” ungkap Ketua GMPA, Irfan Nasruddin S,Sos, kepada media ini, Sabtu 16 Mei 2020 di Banda Aceh.

banner 700250

Menurut Irfan, anggaran untuk penanganan Covid -19 ini kan bisa melalui pos anggaran proyek yang pelaksanaan nya bisa di tunda hingga tahun depan dan dialihkan untuk penanganan Pandemi Covid -19.

“Sudah lah Pak Kadis, jangan banyak kali alasan pembenaran untuk pemotongan tersebut. Jika bapak peka terhadap pendidikan Dayah, maka kembalikan anggaran itu tahun ini ke pos yang sudah direncanakan,” tegasnya.

Selain itu, Ketua GMPA juga menegaskan, bahwa saat ini kami tidak mau berpolimik terkait persoalan ini, dan kami juga tidak bernarasi panjang soal pemotongan anggaran Dayah. Tapi yang kami inginkan adalah, kembalikan dana dayah maka selesai lah semuanya.

“Menyikapi persoalan tersebut, GMPA meminta kepada Ulama dan Pimpinan Dayah di Aceh, untuk selalu mendoakan kebaikan di bumi serambi Mekkah agar dijauhkan dari berbagai wabah penyakit dan bencana,” pinta Irfan.

Ia juga menambahkan, seharusnya pemerintah dalam bertindak jangan sampai menyakiti dan melukai perasaan ulama dan rakyat Aceh dengan memainkan kebijakan yang merugikan pendidikan dayah.

“Jangan lah sektor dayah di jadikan korban, jika itu tetap juga dilakukan, maka jangan sampai laknat Allah menimpa para pucuk pimpinan di pemerintahan”.

Untuk menghindari pandangan negatif dari para ulama dan masyarakat, GMPA mendesak Kepala Dinas Pendidikan Dayah segera mengembalikan anggaran tersebut.

“Jika tidak mampu kembalikan, maka kami akan mendesak Plt Gubernur Aceh untuk mencopot jabatan bapak sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah,” Pungkas Irfan Nasruddin. (AF)