banner 700250

PAKAR Aceh Ingatkan Plt Bupati Bireuen Agar Tidak Main-Main Dengan Bantuan Covid-19

oleh -177 views

banner 700250

banner 700250

Bireuen (AD) – Pengurus Yayasan Dewan Pimpinan Pusat Analisis Kajian Dan Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR Aceh) M.Iqbal,S.Sos, dalam siaran pers nya kepada awak media,Minggu,10 Mei 2020, mengatakan ribuan bantuan Covid – 19 jenis sembako di Kabupaten Bireuen masih disimpan dalam Gudang Dinsos Bireuen. Bantuan tersebut bantuan dari Pemerintah Aceh untuk disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Disaat keseriusan Pemerintah melaksanakan kebijakan penanganan pencegahan Covid-19 secara sinergi, Sedangkan Pemerintah Bireuen sebelumnya telah menyalurkan ribuan bantuan sosial sembako padah tahap pertama dari sumber dana APBK pasca Pemda Bireuen telah Realokasi sejumlah mata anggaran untuk penanggulangan Dana Tanggap Darurat Covid-19.

banner 700250

Namun, masih ada temuan dan laporan masyarakat kepada kita yang masih belum tepat sasaran pada tahap perdana kemarin, hingga kini masih banyak masyarakat di pendalaman Gampong (Desa) belum merata menerima bantuan tersebut, ujar Iqbal.

Tambah Iqbal, Pakar Aceh selama ini aktif mengamati dan menyuarakan kepentingan masyarakat luas dalam mengontrol kebijakan yang pro rakyat. Sehingga dirinya meminta dan mendesak Pemerintah Kabupaten Bireuen, melalui Pak Plt Bupati untuk segera memerintahkan Kepala Dinas Sosial Bireuen agar segera menyalurkan bantuan sembako dari Pemerintah Aceh yang ada di 17 Kecamatan di Bireuen dengan jumlah Gampong 609 Gampong.

Padahal lanjutnya, selama ini PAKAR Aceh melihat lebih kurang ada 6960 paket dalam bentuk sandang pangan sembako bantuan sosial dari Pemerintah Aceh sudah tiba sejak Rabu 29 April 2020 lalu. Pada saat itu langsung diterima oleh Plt Bupati Bireuen bersama Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 Bireuen di Pendopo Bupati.

Namun hingga saat ini hasil monitoring PAKAR Aceh di lapangan ada berbagai jenis Bantuan Sosial berbentuk Sembako yang disalurkan ke masyarakat dan masyarakat Bireuen menduga bantuan tersebut masih ditempatkan dalam Gudang Dinsos Bireuen di salah satu Instansi SKPK Pemkan Bireuen yang menangani bidang dampak sosial.

Padahal tambahnya, sudah tiba waktunya dibagikan sembako tersebut tanpa harus menunggu waktu yang lama kepada masyarakat secara tepat guna dari pada tersimpan di Gudang Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, kalau sembako tersebut lama disimpan tentu masyarakat tidak bisa memanfaatkan bantuan tersebut dan kita melihat ekonomi masyarakat akibat pandemi virus Corona ini sekarang lagi sekarat.

Kita khawatir kedepannya, bila Stok Bansos Sembako tersebut terlalu lama disimpan bisa fatal dan bisa kadaluarsa atau busuk di gudang, apabila nanti masyarakat tidak mau menerima atau menolak bantuan tersebut dengan alasan tidak layak dikonsumsi lagi, itu siapa yang akan bertanggung jawab, ujarnya PAKAR Aceh.

Apalagi terjadi kehilangan barang bansos sedikit demi sedikit digudang, jadi siapa yang bertanggungjawab dalam gudang, padahal bansos sembako tersebut jelas milik masyarakat Bireuen dari dampak penanganan Covid-19. Dan masyarakat sangat menanti giliran tahap gelombang berikutnya. Masyarakat sangat membutuhkan sikap Pemda Bireuen secara serius, melalui dinas terkait agar bisa disalurkan sebagai kebutuhan hidup warga dalam upaya membantu meringankan penderitaan masyarakat yang berdampak sosial serta ekonominya, pasca pemerintah mengeluarkan kebijakan penanganan Covid-19 kepada masyarakat yang ekonomi lemah dan rentas kemiskinan, bebernya ketua PAKAR Aceh.

Tambah Iqbal, semestinya Pemda Bireuen bersama Dinas terkait bisa sinergis dan patuh atas anjuran Pemerintah, tanpa memperlambat pembagian bantuan tersebut ke masyarakat dan masyarakat sangat membutuhkannya. Setelah Pemerintah melakukan penanganan tanggap darurat terhadap Bencana Covid-19 yang bukan bencana Alam di seluruh Indonesia, khususnya Bireuen serta Aceh.

Apalagi sebagian masyarakat Desa hingga sekarang masih menunggu kepekaan pemerintah dalam menanti jatah penyaluran Bansos jenis Sembako tahap kedua.

Semoga Pemerintah Bireuen dan dinas terkait segera menyalurkan bantuan sembako tersebut. Kalau ada hambatan dan kendala bisa segera mencari solusi dengan dipercepatkan teknis penyaluran dan data yang valid serta memacu meningkatkan penambahan jumlah personil relawan tenaga sosial yang memadai, dibawah kendali Dinsos Bireuen yang berkompeten, biar bisa efektif-efesien penyaluran ribuan jenis sembako itu kepada Masyarakat yang ekonomi sudah mulai terpuruk, pungkasnya Iqabal Aktivis Pakar Aceh ini. (Rls).