banner 700250

Plt. Gubernur Pemerintah Aceh Kangkangi Perpres 54 Tahun 2020

oleh -215 views

banner 700250

banner 700250

LANGSA (AD) – Walikota Pemerintah Kota Langsa, Aceh. Usman Abdullah, SE, tuding Plt Gubernur Pemerintah Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T, kangkangi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54/2020, tentang perubuhan postur dan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020.

”Seharusnya Plt Gubernur Aceh harus mengacu kepada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54/2020 dalam melakukan refocusing anggaran untuk kab/kota se Aceh,” Demikian dikatakan, Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, seperti dikutip atjehdaily.id, Jum’at, 8 Mai 2020.

banner 700250

Menurut Usman, bahwa; dalam perpres 54/2020 sangat jelas disebutkan, jika pemotongan dana peruntukan penanganan Covid-19 sebanyak 9,7 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

Anehnya, dalam surat Gubernur Aceh No : 050/1115/2020 tentang peruban atas keputusan Gubernur Aceh no : 050/336/2019 tentang penetapan pagu indikatif program dan kegiatan yang bersumber dari tambahan dan bagi hasil migas serta Dana Otsus aceh tahun 2020, Pemerintah Aceh jelas mengambil hak Kota Langsa mencapai 19 persen.

“Keputusan Gubernur Aceh untuk memotong 19 persen, jelas tidak sesuai dengan perpres nomor 54/2020 yang hanya memotong 9,7 persen,” ujar Usman.

Selanjutnya, Usman menjelaskan; Kota Langsa dalam pagu awal tahun 2020 memperoleh anggaran mencapai 95 milyar, namun setelah di refocusing oleh Pemerintah Aceh, Kota Langsa menjadi 77 milyar. Jadi jelas persentase yang di potong mencapai 19 persen.

Kondisi ini sangat merugikan bagi Kota Langsa, idealnya Pemerintah Aceh kalau mau memotong anggaran ikut arahan perpres 54 tahun 2020 saja.

”Kita bukan tidak mendukung program Pemerintah Aceh, namun janganlah dipotong sebesar itu,” katanya.

Selanjutnya, dia minta kepada Plt Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T, agar dapat meninjau kembali keputusan tersebut, karena sangat merugikan bagi Kota Langsa.

“Akibat pemotongan sebesar itu, banyak program yang telah dianggarkan terpaksa di tunda pelaksanaannya,” kata Usman mengakhiri. (Mustafa)