banner 700250

KPA Desak Pemerintah dan Forbes DPD/DPR RI Perjuangkan Akses Jalan Geureutee

oleh -333 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Kaukus Peduli Aceh (KPA) mendesak Pemerintah Pusat segera memulai perencanaan Pembangunan Jalan Lintas Gunung Paro dan Gureutee agar dapat segera direalisasikan 2-3 tahun kedepan demi menumbuhkan sektor perekonomian dan eksebilitas masyarakat di wilayah Barat Selatan Aceh. 

Tidak harus dibangun terowongan karena terlalu besar biayanya, secara teknis cukup rumit. Dimana struktur batuannya tidak mendukung/batuan lepas, maka pemerintah bisa mendorong hadirnya ide Spiral Bridge Geurutee, dalam rangka mengoptimalkan aksebilitas dan daya dukung pertumbuhan ekonomi di Barat Selatan.

banner 700250

“Kita harap, seluruh elemen terutama DPR RI dari Aceh dapat bersama-sama mendukung rencana pembangunan aksesibilitas Barat Selatan melalui via Gureutee dan Paro ini,” ungkap Koordinator KPA, Muhammad Hasbar Kuba kepada media ini, Rabu 6 Mei 2020.

Menurut Hasbar, jika Spiral Bridge Geurutee ini berhasil, maka akan menjadi yang pertama di indonesia, lebih murah, dan perawatan lebih gampang, serta akan menjadi ikon wisata baru Aceh dengan view yang sangat luar biasa indahnya, hanya saja lebih panjang sedikit (14) Kilometer.

“Kalau hal ini bisa diwujudkan, maka daerah sekitar nya akan jadi pusat pertumbuhan baru, terutama sektor pariwisata. Dimana nantinya bisa dibangun Hotel Bintang Lima dan Lapangan Golf bertaraf Internasional di puncak gureutee atau berbagai wacana lainnya yang mampu mendongkrak kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Gereutee kelak akan jadi seerti kawasan puncak oleh orang-orang Jakarta. Kebangkitan ekonominya pasti luar biasa untuk daerah dan masyarakat,” pungkasnya.

KPA menilai, untuk lintas Paro dan Gurutee itu juga perlu diperbaiki tarsenya agar menghilangankan tikungan yang kecil-kecil dan tanjakan yang tinggi-tingi yang tidak sesuai standar jalan nasional.

“Jadi tidak perlu harus dibuat terowongan, yang terpenting bagaimana aksebilitas dapat dioptimalkan dan dipermudah, sehingga angka kecelakaan yang selama ini tinggi dikawasan tersebut, dapat diminimalisir dengan hadirnya pembangunan lintas Barat Selatan via Geureutee dan Paro yang terintegrasi dengan perencanaan yang matang,” kata Hasbar.

Oleh karena itu, KPA mendesak Forbes FOR dan DPD RI dapat mendorong hal ini dapat terwujud, minimal tahun 2021 mendatang, DED nya harus sudah ada, sehingga pembangunannya dapat dilaksanakan pada tahun 2022 dan 2023.

“Kami sangat yakin, jika ini terwujud, pastinya akan menjadi catatan sejarah baru dari keberhasilan perwakilan Aceh di Senayan, demikian juga dengan Pemerintah Aceh akan terekam dalam memori rakyat Barat Selatan khususnya, dan Aceh pada umumnya,” tutup Hasbar Kuba. (AF)