banner 700250

Petani Kopi dan Sere Wangi Minta Bupati Stabilkan Harga

oleh -61 views

banner 700250

banner 700250

BANGKEJEREN (AD) – Para petani Kopi dan Sere Wangi minta kepada Bupati Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh. H Muhammad Amru, untuk menstabilkan harga komoditi andalan tersebut.

Permintaan para petani Kopi dan Sere Wangi sangat beralasan, sebab selama ini ada manuver monopoli permainan harga para agen dan tengkulak yang bebas menenukan harga sesukanya. Hingga harga dua komoditi andalan Gayo Lues tersebut merosot tajam.

banner 700250

Apalagi, dua komoditi tersebut merupakan komoditi unggulan masyarakat kecamatan Pantan Cuaca yaitu Kopi dan Masyarakat Rikit Gaib Sere Wangi mengalami penurunan.

Masyarakat kedua kecamatan ini berharap agar ada solusi dari pemerintah daerah bagaimana harga kedua komoditi bisa stabil. Kedua komoditi ini merupakan produk andalan pendukung ekonomi masyarakat di kedua kecamatan.

Hal tersebut di sampaikan oleh Camat Rikit Gaib dan Pantan Cuaca terakit dengan kondisi ekonomi masyarakat yang mengalami ganguan akibat dampak dari virus corona pada, Senin 4 April 2020. Saat kunjungan Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru di kecamatan Rikit Gaib.

Untuk menyerap masukan masyarakat. Pada kegiaatan tersebut dihadiri muspika kecamatan Rikit Gaib dan Pantan cuaca serta seluruh kepala desa di Dua Kecamatan.

Camat Pantan Cuaca Salid. S.Pd menyebutkan dimasa panen raya harga kopi yang menjadi andalan masyarakatnya mengalami penurunan yang sangat drastis dari 28 ribu perkilo saat ini menjadi 18 ribu perkilonya, bukan itu saja dampak virus corona saat ini jual kopi masyarakat tidak bawak pulang uang tetapi hanya diberi bon faktur saja oleh para toke kopi diharapkan harga kopi bisa satabil di atas 20 ribu perkilonya.

Begitu juga di harapan Camat Rikit Gaib Supratman. SE mengatakan dirinya sangat berharap agar harga sere wangi dan getah vinus bisa stabil kembali karena kedua komoditi ini menjadi penompang ekonomi masyarakat Rikit Gaib.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dalam mengakomodir harapan masyarakat menyebutkan sudah mendengar adanya barang barang produksi pertanian yang turun dan menampung semua keluhan masyarakat pemerintah saat ini sedang menggagas Bantuan langsung Bersyarat BLB khususnya bagi para petani, petani siapkan lahan pemerintah akan bantu bibit dan keperluan lain.

Selain itu untuk produksi petani yang tidak laku di pasaran dan mengalami penurunan harga akan di tampung oleh BUMK BUMK yang ada pada setiap Kampung dan selanjut dari BUMK akan di tampung oleh BUMD, program ini sedang diusulkan ke BPKP sebagai pendamping penggunaan anggaran Covid ini. (M Hasan).