banner 700250

Polisi Ambil Tindakan Tegas Terhadap Pelaku Perampasan Uang 320 Juta Milik Pedagang

oleh -63 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banda Aceh melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku perampasan uang senilai 320 juta dan sepeda motor milik pedagang.

Pelaku adalah HUS alias MI (31) warga salah satu gampong di Kecamatan Darul arah, Aceh Besar, diambil tindakan tegas dan terukur, setelah merampas uang senilai 320 juta dan sepeda motor milik Zulmaidi (42) pedagang, warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin 13 April 2020 malam.

banner 700250

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH didampingi Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK MH mengatakan, pelaku perampasan yang pernah bekerja di toko milik korban, tega merampas uang milik mantan majikannya tersebut.

“Korban saat itu dari toko hendak kembali menuju rumah dengan membawa hasil penjualannya dengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba dua orang pelaku menggunakan sebo dari tempat persembunyian melompat kearah korban dengan tujuan korban terjatuh,” kata Kapolresta.

Namun, disaat itu korban dan pelaku terjadi perlawanan sehingga salah satu pelaku mengalami luka dibagian telinga, dan pelaku berhasil melarikan sepeda motor serta uang yang disimpan dalam bagasi. Uang milik korban tersebut, adalah hasil dari penjualan selama seminggu di toko Teuka Baru di Darul Imarah, Aceh Besar,” ungkap Kapolresta didampingi Kanit Jatanras Ipda Krisna Nanda Aufa, S.Trk dan Kasubbag Humas Iptu Hardi, SH, Senin 4 Mei 2020.

Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP.B /179/IV/yan.2.5/2020/SPKT tanggal 14 April 2020 tentang perampasan yang merugikan korban sebesar 336 juta, Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus yang terjadi tersebut berdasarkan barang bukti yang tertinggal di TKP berupa sendal jepit dan kantong plastik warna hitam milik pelaku.

“Personil Unit Jatanras dan Unit Ranmor melakukan olah TKP bersama Unit Intelkam Polsek Darul Imarah dan melakukan pemeriksaan terhadap korban serta saksi lainnya terkait barang bukti yang tertinggal di lokasi kejadian,” ujar Kapolresta.

Setelah menemukan titik terang, selanjutnya Personil melakukan penangkapan terhadap MM alias Amar (20) warga Aceh Besar yang ikut serta melakukan aksi kejahatan pada malam tersebut dengan membawa hasil rampasan menggunakan sepeda motor milik korban, Kamis 28 April 2020 sekitar jam 23.00 WIB dirumahnya.

“Dari hasil keterangan yang disampaikan oleh MM alias Amar, Polisi bergerak menuju ke rumah yang dihuni pelaku di Komplek perumahan Arab Saudi, Miruk, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Jumat 29 April 2020 dini hari,” kata Kapolresta Banda Aceh.

Sesampainya dirumah pelaku, petugas berhasil mengamankan juga isteri pelaku yang telah menikmati hasil kejahatan yang dilakukan oleh suaminya tersebut, serta barang bukti lainnya dari hasil kejahatan yang dilakukannya.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, berupa plastik hitam yang diikat tali, satu pasang sendal jepit, uang senilai 99 juta, Sepeda Motor Suzuki Spin warna merah, Sepeda Motor Honda Vario putih Sepeda Motor Honda Vario 150 warna hitam, Sepeda Motor Honda Scoopy warna hitam serta BPKB Asli dan STNK Asli, spring bed, kipas angin, kompor gas, lima mayam emas berbentuk gelang, tabung gas serta tiga unit handphone,” papar Kapolresta.

Selain itu, Kapolresta juga mengatakan, pada saat pelaku HUS alias MI dibawa oleh petugas, ianya berteriak dan melawan petugas, sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku dan pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan tindakan medis.

Dalam kasus tersebut, turut diamankan seorang wanita EL (33) tahun, isteri siri dari HUS alias MI yang mengetahui perbuatan suaminya serta menikmati hasil kejahatan dengan membeli satu gelang emas seberat 5 mayam serta membeli satu unit Handphone merk Vivo warna biru.

Pelaku HUS alias MI dan MM Alias Amar dijerat dengan pasal 365 KUHP ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara, sementara itu isteri HUS alias MI dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (AF)