banner 700250

Bripka Saifuddin Dapat Penghargaan PIN Emas Dari Kapolri

oleh -77 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD)- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil, menyerahkan penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si, kepada Bripka Saifuddin salah satu Personel Polsek Lueng Bata, Polresta Banda Aceh, Senin 4 Mei 2020 pagi.

Penyerahan penghargaan Kapolri kepada Bintara yang bertugas sebagai Banit Intelkam Polsek Lueng Bata Polresta Banda Aceh tersebut, berlangsung dalam sebuah upacara yang dipusatkan di Lobi, Mapolda Aceh.

banner 700250

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH mengatakan, penyerahan PIN Emas dan Piagam Penghargaan Kapolri kepada Bripka Saifuddin, dilakukan oleh Kapolda Aceh dihadapan Waka Polda Aceh dan PJU Polda Aceh.

“Bripka Saifuddin merupakan Bintara Unit Intelkam Polsek Lueng Bata Polresta Banda Aceh yang mengalami penganiayaan oleh seorang mahasiswa salah satu Universitas terkemuka di Banda Aceh berinisial MAM (19) saat sedang mensosialisasikan Maklumat Kapolri bersama unsur Muspika Lueng Bata pada hari Kamis 26 Maret 2020,” kata Kapolresta.

Lanjut Kapolresta, Saifuddin saat itu melakukan sosialisasi Maklumat Kapolri Nomor : MAK/2/II/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (covid-19) bersama unsur Muspika, namun tiba-tiba salah satu pengunjung tempat keramaian tersebut. Hal itu terjadi di sebuah warung yang berada di Gampong Blang Cut Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, MAM langsung mengeluarkan kata-kata kasar dan memukul Bripka Saifuddin.

“Atas dasar itulah, Bripka Saifuddin mendapatkan penghargaan dinilai berprestasi karena menjadi korban pemukulan yang dilakukan seorang mahasiswa saat melakukan sosialisasi Maklumat Kapolri dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19),” ungkap Kapolresta.

Sementara itu, MAM pelaku pemukulan Bripka Saifuddin sudah diproses secara hukum dan dijerat pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 212 Jo Pasal 216 ayat (1) Jo Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 Bulan kurungan penjara.

Kapolresta juga menjelaskan, selain melakukan penganiayaan, pelaku juga telah melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas. Di samping itu, dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan. Menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya. Lalu dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut.

“Berkat prestasinya tersebut, Bripka Saifuddin mendapatkan PIN Emas dan Piagam penghargaan dari Kapolri,” pungkas Kombes Pol Trisno Rityanto, SH

Kegiatan tersebut, turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Drs. Supriyanto Tarah, M.M, Irwasda Kombes Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, sejumlah Pejabat Utama, Kapolresta Banda Aceh, sejumlah Pamen dan Personel Polda Aceh lainnya. (AF)