banner 700250

Management Crisis Membangun Soliditas dan Solidaritas Bangsa

oleh -139 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD) – Pernyataan Presiden Jokowi yang dimuat di CNBC Indonesia 28 April 2020, mengenai defisit beras dan gula sangat mengejutkan dan memprihatinkan.

Dari sudut pandang komunikasi politik, pernyataan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat.

banner 700250

Masyarakat memang memiliki hak untuk mendapatkan informasi, tapi pemerintah harus memikirkan dan mempertimbangkan dengan matang apa
yang harus diumumkan.

Dengan demikian masyarakat tidak panik. Apa yang dipikirkan pemerintah tidak serta merta dikeluarkan dan diketahui masyarakat seluruhnya. Presiden tidak harus menyampaikan semuanya kepada masyarakat luas. Stabilitas politik menjadi prioritas.

Peran Juru Bicara 

Segala hal yang direncanakan dan akan dikerjakan pemerintah harus dimatangkan di internal sebelum dibuat pernyataan resmi. Harus ada seorang juru bicara resmi Presiden yang handal dan sentral.

Pernyataan pemerintah dengan demikian tidak simpang siur. Harus ada think tank, yang merumuskan dan menggodok semua rencana pemerintah. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tinggi.

Demikian juga solidaritas mereka dalam
mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam masa darurat.

Jika ada hal-hal yang sangat krusial sifatnya, pemerintah harus melakukan
langkah cepat dan tepat, silent diplomacy. Defisit beras dan gula misalnya, pemerintah dapat segera melakukan langkah diplomasi.

Menghubungi negara eksportir beras, seperti Vietnam, Thailand atau Myanmar. Beras dan gula yang tiba segera didistribusikan ke propinsi-propinsi yang sangat membutuhkan.

Demikian pula dengan informasi tentang penyebaran covid-19. Selain transparansi, pemerintah juga harus lebih menekankan pada perkembangan hal-hal positif. Misalnya penurunan jumlah orang yang meninggal dan menenangkan masyarakat serta himbauan berkesinambungan agar
masyarakat lebih disiplin menjaga kesehatannya masing-masing.

Koordinasi antara Pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten dan Kota dalam
penanganan penyebaran virus harus diperkuat dan diperlancar.

Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang berhasil menangani penyebaran virus dan kelancaran distribusi bantuan pangan dapat diumumkan dan dijadikan contoh sukses tata kelola kepemerintahan, goof governance.

Selain itu perlu ada peningkatan kerjasama antar propinsi. Ada saling membantu dan subsidi dari propinsi yang surplus pangan serta alat kesehatan kepada propinsi mengalami defisit.

Peran Media Massa 

Di negara yang demokratis, peran media massa sangat strategis. Selain berperan dalam penyebaran informasi dan pendidikan, media massa juga menjadi bagian penting dalam konsolidasi Demokrasi.

Namun di sisi lain, media juga turut bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas politik. Seperti yang dikatakan Jürgen Habermas, tokoh aliran teori kritis dari Frankfurter Schule, bahwa ruang publik yang tersedia harus dijadikan tanggung jawab bersama, antara pemerintah dan publik, tanpa melemahkan kebebasan berpendapat.

Apakah lebih penting untuk mengedepankan berita yang dapat menimbulkan gejolak sosial atau mengangkat berita tentang perjuangan Dokter dan Perawat serta keberhasilan mereka dalam menyelamatkan nyawa manusia.

Di titik inilah peran sentral Jurnalis dinantikan dalam upaya bersama mengatasi bencana pandemi. Membangun dan menguatkan soliditas dan solidaritas masyarakat juga merupakan kontribusi media massa, tanpa menihilkan nilai-nilai kritisnya.

Kecerdasan dan tanggung jawab moral para jurnalis menjadi bagian penting dan strategis dalam mengatasi penyebaran pandemi.

Peran Partai Politik 

Dalam situasi sangat darurat ini, partai-partai politik di parlemen, serta para menteri yang mewakili partai politik harus menunjukkan kinerja yang berada di atas rata-rata. Mendukung kerja Presiden dengan seluruh potensi sumberdaya yang dimilikinya dan menjauhkan diri dari berbagai upaya memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan ekonomi dan politik.

Di sinilah partai politik diuji kemampuan, kredibilitas serta loyalitasnya dalam
kerangka negara demokratis dalam bingkai NKRI.

Komunikasi intensif dengan Presiden dalam rangka memberikan informasi dan gagasan guna mengatasi dengan segera situasi darurat ini lebih diutamakan dari pada memikirkan kesempatan meraih keuntungan ekonomi dan peluang politik.
Masyarakat sudah semakin cerdas dalam menilai peran partai politik.

Peran Ulama dan Tokoh Masyarakat Adat 

Sejarah telah meninggalkan catatan luar biasa akan peran ulama dan tokoh
masyarakat adat dalam berbagai situasi darurat di negeri ini, baik ketika perang, mengatasi berbagai pemberontakan, sampai pada situasi darurat bencana alam maupun penyakit. Merekalah salah satu soko guru dan perekat bangsa ini.

Mayoritas masyarakat, terutama di pedesaan sangat mendengar dan patuh
pada tokoh-tokoh agama dan masyarakat adat. Mereka menjadi panutan masyarakat. Apa yang diucapkan dan dilakukan tokoh agama dan tokoh adat selalu ditaati pengikut dan warganya.

Di sinilah kita mengharapkan peran aktif tokoh ulama dan tokoh adat untuk
menenangkan masyarakat dan memberi arah apa yang paling baik dilakukan
masyarakat dalam mengatasi penyebaran pandemi.

Solidaritas sesama masyarakat dan gotong royong dalam mengumpulkan kebutuhan pangan telah terbukti pada awal pandemi.

Peran ulama dan tokoh adat juga sangat
diharapkan membantu memperlancar distribusi kebutuhan pangan warga
sekaligus mengawasi para petugas di lapangan agar semuanya berjalan lancar
dan adil.

Khotbah dan ceramah agama yang menenangkan dan menyejukkan warga
akan berdampak positif terhadap kesehatan jiwa dan raga mereka, tapi juga turut memberikan kontribusi penting dalam menjaga stabilitas politik.

Penutup 

Kritik yang sangat tajam dan saran dari berbagai pihak yang berada di luar
pemerintahan atau bahkan berbeda pendapat dengan pengambil keputusan,
merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

Pihak pemerintah tidak perlu bereaksi emosional atau sakit hati menerima semua itu. Sebaiknya dihadapi dengan lapang dada melalui cara musyawarah dan mufakat.

Langkah paling pas untuk budaya Nusantara adalah berdialog dan memanggil mereka untuk bicara dari hari ke hati. Tidak ada masalah yang tidak dapat dipecahkan. Syaratnya ada kemauan untuk berkompromi dan mencari solusi untuk kepentingan bersama di masa darurat ini.

Tidak perlu membuang energi dan
menambah carut marut keadaan. Marilah bergotong royong mengatasi pandemi. Ingatlah selalu pada Dasar Negara Pancasila. Soliditas, solidaritas dan sinergi adalah priotitas!

Banda Aceh, 29 April 2020.

Penulis : Prof. Dr. Bachtiar Aly – Pakar Komunikasi Senior.