banner 700250

Frontal Aceh Desak Plt Gubernur Segera Copot Direktur RSUZA

oleh -532 views

banner 700250

banner 700250

Banda Aceh (AD) – Sebagaimana diberitakan oleh salah satu media Online Sabtu 26 April 2020 kemarin, bahwa telah terjadi pemangkasan tunjangan (uang jaga malam) paramedis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) dengan dalih keuangan Rumah Sakit yang sedang sekarat karena refocussing anggaran untuk keperluan penanganan Covid- 19.

Dalam laporan yang diberitakan tersebut disampaikan oleh salah satu anggota DPRA disebutkan bahwa ia menerima laporan dari petugas medis yang ada di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, dalam laporan tersebut terkesan tidak adanya dukungan secara anggaran untuk kinerja mereka alias merosotnya keuangan milik rumah sakit Provinsi Aceh yang kini dijadikan sebagai rumah sakit rujukan utama penanganan pasien Covid-19 di bumi Serambi Mekkah.

banner 700250

Dalam laporan yang terima, kondisi keuangan Rumah Sakit tersebut saat ini mengalami pemerosotan, kemudian adanya anggaran yang harus dipangkas atau digeser Refocussing untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Aceh.

Jubir Frontal Aceh Lukman Minggu (26/4) menilai bahwa, jika laporan itu benar maka kebijakan ini sangat kontra produktif dengan semangan refocussing anggaran yang seharusnya dilakukan, di tengah tekanan dan resiko yang dihadapi Paramedis yang cukup besar, maka sangat tidak tepat jika ternyata malah anggaran jatah tunjangan (uang jaga malam) mereka yang harus dipangkas, harusnya anggaran lain diupayakan melalui refocussing untuk mendukung kinerja mereka dengan memberikan tunjangan kesejahteraan lebih bagi Paramedis yang bertugas.

“Dalam hal ini juga sesuai dengan yang diutarakan Plt Gubernur Aceh beberapa waktu lalu melalui surat cintanya kepada Paramedis,” kata Lukman.

Untuk itu kami mendesak Plt Gubernur Aceh untuk segera mengusut tuntas perihal isu pemotongan tunjangan uang jaga malam Paramedis di RSUZA, dengan alasan apapun pemotongan ini sulit kita terima.

Jika nantinya ternyata benar terjadi pemotongan maka kami mendesak Plt Gubernur Aceh selaku pemegang kekuasaan tertinggi di Aceh untuk segera mencopot jabatan Direktur RSUZA, terlepas siapapun yang bermain dalam perkara tersebut, kenapa kami mendesak agar Direktur dicopot. Karena menurut penilaian kami Direktur adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi di Instansinya.

Frontal Aceh tidak mau Paramedis terzalimi, mereka sudah bekerja mati-matian, apa lagi di tengah ancaman Corona seperti ini.

Pekerjaan mereka sangat beresiko, jadi Pemerintah wajib menjamin kesejahteraan mereka terpenuhi dengan benar, jangan malah terzalimi, ini sangat keterlaluan jika memang benar seperti yang disuarakan oleh Sulaiman SE salah satu Anggota DPRA.

Jika ini dibiarkan kita mengkhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, kita tau paramedis itu bukan robot, mereka juga punya perasaan, punya keluarga dan juga memikirkan keselamatan dan kesejahteraan mereka dalam bekerja, jangan sampai karena mereka terdhalimi mereka memilih melakukan mogok kerja, ini kan sangat berbahaya dan sangat beresiko jika sampai terjadi di tengah situasi sekarat seperti sekarang.

Sekali lagi kami Frontal Aceh mendesak Plt Gubernur untuk segera mengusut tuntas perkara ini dan jika terbukti maka segera Copot direktur RSUZA, Kalau Plt Gubernur tidak berani bertindak dengan alasan apapun kami dengan berat hati terpaksa meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk segera mengundurkan diri, biar Aceh diurus oleh orang lain yang lebih serius memperhatikan kebutuhan dan keselamatan rakyat Aceh secara umum dan juga termasuk tenaga medis di dalamnya.(Rls/DW).