Poen Che’k Minta Plt Buktikan Jika Ia Bukan Pemimpin Debutan Rakyat Aceh

oleh -27 views
example banner

banner 700250

Calang (AD) – Nasri Saputra salah seorang politisi muda Aceh Jaya, Minggu 29 Maret 2020 menantang Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk membuktikan jika ia bukan pemimpin debutan, sebagaimana anggapan sebagaian masyarakat Aceh se akan – akan Nova bukanlah pemimpin yang mampu melahirkan solusi.

Dikatakan Nasri, seharusnya Plt harus memiliki sikap tegas, mencerminkan pemimpin yang memiliki kapasitas daya pikir yang mumpuni, serta berkomitmen kuat dan berintegritas dalam menyelesaikan keluhan dan keresahan masyarakat Aceh dalam keadaan darurat Covid19.

Aceh merupakan salah satu provinsi diberikan kewenangan khusus dan tersedianya dana Otsus (Otonomi Khusus). Seharusnya Plt Gubernur Aceh jauh hari sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan presiden untuk program pengalihan dana Otsus untuk penanganan CV-19, termasuk penggunaan dana Otsus untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Aceh selama provinsi serambi mekkah masih ditetapkan sebagai wilayah darurat Corona.

“Batalkan semua proyek fisik dan pengadaan sumber dana Otsus, segera koordinasi dan komunikasikak dengan presiden, alihkan anggaran untuk penanganan CV-19, pastikan kebutuhan pokok masyarakat Aceh memadai dan tercukupi, serta tersalurkan. Terapkan lockdown sekarang juga. Buktikan jika anda bukan pemimpin debutan, hallo Plt,” tukas pria akrap disapa Poen Che’k.

Nasri mengakui, dengan adanya desakan ini akan ada konskuwensi bagi pribadi dirinya, namun dia tidak mau peduli karena darurat CV-19 semakin terprihatinkan. Jika hari pemimpin tidak mengambil sebuah keputusan yang tegas, maka hampir bisa dipastikan Aceh akan memiliki tambahan kuburan massal.

“Apakah soal kuburan massal ini memang ingin dijadikan catatan sejarah untuk anak cucu, suapaya mereka bisa mengenang Aceh memiliki 3 tahap kuburan massal (Konfliks dengan pusat, Tsunami, dan Corona),” tanya Nasri.

Lockdown sebenarnya bukanlah suatu yang menakutkan bagi masyarakat Aceh, darurat militer saat konfliks, darurat pasca tsunami menjadi pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran untuk hari ini. Tinggal bagaimana pemerintah serius dan fokus untuk memikirkan dan memastikan kertersedian bahan pokok untuk masyarakat terjamin, memadai, serta tercukupi.

“Kita punya anggaran kok, kita punya dana desa, kita punya dana otsus. Selamatkan manusia dulu baru kita lakukan kembali pembangunan nantinya. Untuk apa pembangunan jika nyawa – nyawa manusianya tidak terselamatkan. Jangan remehkan Corona ini, jika tidak segera dilakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran dan penularan bukan suatu hal yang mustahil korban corona akan menandingi korban tsunami.” pungkas Poen Che’k.(Rls).

banner 700250