oleh

Pemko Sabang Akan Beri Sanksi Kepada PNS dan THL Yang Ngumpul di Warkop

example banner

Sabang (AD) – Pemerintah Kota (Pemko) Sabang akan menindak tegas bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang duduk-duduk berkumpul di Warung Kopi (Warkop) dan Caoffee. Bahkan, memberhentikan secara langsung Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan kerja Pemko Sabang apabila tidak mematuhi imbauan larangan dan himbauan yang telah dikeluarkan Pemerintah selama masa pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Iya kita harus menindak tegas, karena ini berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak,” demikian disampaikan Kepala Bagian Umum dan Humas Sekertariat Daerah Kota Sabang Bahrul Fikri S.STP MM dalam rilisnya Rabu (25/03/20)

Pemko Sabang telah mengeluarkan Surat Edaran tertuju kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sabang, terkait larangan nongkrong di tempat keramaian Warkop atau Coffee bagi PNS dan THL.

Larangan tersebut dikeluarkan sehubung dengan Surat Edaran Wali Kota Sabang dan seruan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sabang, dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Kota Sabang., jelasnya.

Untuk sementara waktu lanjut Bahrul, PNS dan THL dilarang untuk duduk di tempat keramaian, Warkop atau Coffee baik pada saat hari kerja maupun hari libur, guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Apabila dilakukan juga maka akan dikenakan sanksi pemotongan TPK sebesar 100 persen bagi PNS dan pemberhentian langsung pada bulan bejalan untuk THL,” tegasnya.

Bahrul juga menyampaikan, bahwa Pemko Sabang akan menurunkan personel Satpol PP dan WH Kota Sabang untuk melakukan patroli di lapangan. Apabila kedapatan maka akan segera ditindak oleh Pemko Sabang melalui instansi terkait kepegawaian.

“Kita tidak main-main dengan COVID-19 ini, perlu ditindak tegas demi keselamatan kita bersama,” ungkapnya.

Disamping itu tambah Bahrul, Pemko Sabang juga menyerukan, agar jika ada PNS dan THL yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau daerah transmisi lokal COVID-19 maka harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

“Seluruh pegawai Pemko Sabang, apabila mengalami gejala demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat, flu, batuk, dan sesak nafas maka segera memeriksa diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat,” harapnya.(Jalal).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..