oleh

Arif Andepa : Masyarakat Harus Patuh Terkait Anjuran Pemerintah Tetang Covid-19

example banner

Bireuen (AD) – Drs Muhammad Arif Andepa mantan Wakil Ketua DPRK Bireuen Periode 2014-2019 angkat bicara terkait anjuran Pamerintah pada permasalahan pencegahan penyakit Wabah Virus Corona (Covid-19) yang menimpa Indonesia dan Aceh khususnya.

Pemerintah perlu mengambil langkah langkah strategis terhadap pencegahan dan penyelamatan masyarakat secara komprehensif, terencana, dan terukur serta memperketat semua pintu masuk menuju Aceh. Baik bandara, jalur darat, jalur laut dan jalur tidak resmi supaya bisa terkontrol dengan membetuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana wabah Convid-19 serta memetakan daerah kategori rawan oleh semua stakeholder di Provinsi Aceh, Ujung Barat Indonesia, ujar Mantan Wakil DPRK ini pada media, Selasa (24/3).

Dirinya juga menyikapi perkembangan atas larangan dan himbauan Pemerintah Aceh, terkait langkah ikhtiyar pencegahan akan merebaknya penyakit Wabah Covid-19 di Bumi Serambi Mekkah ini.

Tambahnya, masyarakat Aceh harus patuh pada upaya anjuran Pemerintah dalam mencegah dan menyelamatkan rakyatnya, akan tetapi Pemerintah juga jangan mengabaikan tanggungjawab terhadap penyedian kebutuhan makanan pokok dan subsidi sandang pangan untuk masyarakat kalangan ekonomi lemah atau perkerja harian lepas, kategori fakir-miskin oleh Pemerintah dalam bentuk Jadup, sehingga mencerminkan suatu kebijakan yang berkeadilan dari negara kepada rakyat.

“Bila kebijakan Pemerintah tidak membernarkan masyarakat untuk beraktivitas selama 14 hari, sebagai langkah awal dalam penanggulangan pencegahan agar tidak tertularya penyakit Virus tersebut, dengan cara masyarakat diharapkan menetap dirumah dan menghindari tempat tempat keramaian bila tidak terlalu penting,” bebernya.

Langkah awal tersebut diharapkan Pemerintah dan masyarakat harus patuh dengan beraktivitas dan bekerja dirumah, sepanjang himbauan dan larangan itu untuk kemashalatan ummat dalam mencegah penyakit Covid-19 dari penularan yang tidak kita inginkan secara bersama, harap Arif Andepa.

Lanjutnya, Begitu juga bagi para medis sebagai garda terdepan dalam hal penanggulangan wabah Covid-19 tersebut, perlu diberikan prestasi kerja sebagai pahlawan kemanusiaan kepada para dokter dan tim medis harus diberikan fasilitas kesehatan yang memadai dan ketersediaan obat obatan vaksin anti virus dengan dilengkapi Alat Perlindungan Badan (APD) bagi setiap tenaga kesehatan di Aceh, “karena mereka adalah saudara kita sudah bekerja keras dalam melaksanakan tugas negara dalam pencegahan dan penyelamatan masyarakat dari Wabah Covid-19,” sebut Arif Andepa Selaku Tokoh Masyarakat Bireuen.

Pemerintah juga harus mengupayakan peralihan mata anggaran untuk penanganan Wabah Covid-19 berdasarkan kebutuhan terdesak (urgent) di Aceh, mintanya.

Dirinya mengharapkan Pemerintah dan Ulama pun harus sinergis meminta kepada masyarakat Aceh untuk patuh dan melaksanakan Shalat Tolak Bala dan Zikir Seluruh Pelosok Aceh, baik di Mesjid, Meunasah, Dayah/Pesantren sebagai senjata ampuh bagi kaum muslimin dari malapetaka dan marabahaya.

“Insya Allah dengan Doa Doa kita semua kaum muslimin penyakit wabah Covid-19 menakutkan masyarakat dunia, mudah mudahan tidak menimpa masyarakat negeri Syariat Islam kedepan diAceh khususnya,” tutup Tokoh Bireuen Asal Peudada ini di hadapan media ini. (Iqbal).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..