oleh

Dandim Abdya : Esensi Bencana Dapat Dihindari Bilai Semua Memiliki Rasa Peduli

example banner

Abdya (AD) Esensi bencana Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) dapat dihindari bilamana semuanya memiliki rasa peduli, tanggung jawab dan cinta terhadap alam. Jika diuraikan, semua kejadian Karhutla terjadi karena dua factor, yakni faktor alam dan faktor manusia.

Hal itu disampaikan, Dandim 0110/Abdya Letkol Czi M Ridha Has, S.T., M.T saat mengisi acara sebagai narasumber Dialog Interaktif Sapa Prajurit, programa RRI Meulaboh, on air di studio setempat, Aceh Barat, Rabu, 19 Februari 2020, petang.

Dandim Abdya, Letkol CZi M Ridha Has mengungkapkan, sesuai dengan instruksinya, jajaran Babinsa Kodim 0110/Abdya bersinergi dengan Polri, BPBD dan Dinas terkait lainnya telah melakukan upaya pencegahan Karhutla.

“Upaya kita berupa sosialisasi serta himbauan stop pembakaran lahan kepada masyarakat, dan juga rutin melakukan patroli gabungan ke sejumlah titik rawan Karhutla,” sebut Dandim Letkol CZi M Ridha Has.

Lebih tegas, Dandim meminta mindset yang menyebutkan pembukaan lahan dengan cara pembakaran yang sepertinya sudah menjadi kearifan lokal di daerah itu harus dirubah dengan melakukan pendekatan secara intens kepada masyarakat sekaligus memberikan pemahaman tentang aturan hukum bagi yang melanggar pembakaran hutan.

“Secara konkrit Negara telah mengatur dalam UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di pasal itu jelas disebutkan pelanggar akan dikenakan sanksi pidana kurungan maksimal 12 tahun dan denda maksimal 10 milyar,” papar Dandim Letkol CZi M Ridha Has.

Selanjutnya dalam dialog tersebut, secara santai Dandim juga menjawab pertanyaan interaktif dari para penelepon, salah satunya tentang kasus Karhutla di Abdya dan kiat penanganannya. Dandim menuturkan, sejauh ia menjabat terhitung akhir Agustus 2019 sampai dengan sekarang belum ada kasus Karhutla.

“Kabupaten Abdya memiliki luas kurang lebih 1.882,05 Km2, dibagi 9 Kecamatan, 23 Mukim, 152 Desa. Sebagian tanah di Abdya juga bersifat gambut dan berpotensi rawan Karhutla. Untuk meminimalisir terjadinya Karhutla, di Abdya TNI-Polri dan Pemerintah Daerah satu kata bersinergi tangkal Karhutla,” jelas Dandim Letkol CZi M Ridha Has.

Di penghujung acara tersebut, Dandim Letkol CZi M Ridha Has juga memberikan mitologi bahwa nenek moyang dalam berkebun senantiasa selaras dengan alam. “Untuk membuka lahan baru tidak pernah melakukan dengan cara instan, merusak dan membakar lahan, sehingga alam pun tidak pernah murka. Belajar dari mitologi itu, kita tingkatkan kepedulian menjaga lingkungan dan menangkal Karhutla,” tegasnya.

Untuk diketahui, Dialog Interaktif Sapa Prajurit merupakan program rutin mingguan RRI Meulaboh, tayang setiap hari Rabu, pukul 15.00-16.00 WIB. Dengan dipandu langsung reporter ternama Darmayani, siaran ini cukup populer di kalangan masyarakat khususnya wilayah Barat Selatan Aceh.(TM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..