Kisruh Penyusunan DP MAA, Wakil Bupati Undang Formatur

oleh -27 views
example banner

banner 700250

ACEH TENGGARA, (AD) | Kisruh didalam penyusunan Dewan Pengurus (DP), Majelis Adat Aceh (MAA) Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Berkepanjangan, hingga Bupati Bukhari memfasilitasi mengundang para pihak yang bersengketa untuk menyelesaikannya.

Melihat adanya kekisruhan dalam menentukan pengurus DP MAA, Wakil Bupati Buhkari mengundang para pihak diruang rapatnya untuk memfasilitasi penyusunan dewan pengurus Majelis Adat Aceh MAA Kabupaten Aceh Tenggara periode 2020 paska MUSDA MAA 21 November 2019 lalu, secara aklamasi terpilih Dr. Thalib Akbar.

Musda yang dipimpin Kasirin. S.Ag memilih empat orang formatur yaitu Kasirin. S.Ag, Suhardi, Samsidin dan Japarin. Malah tidak hadir dalam rapat penyusunan yang diundang Wakil Bupati.

Undangan langsung Wakil Bupati ditindaklankuti Kepala Sekretariat, Putri Dewi Sarita denan menghubungi kelima formatur lewat telpon.

Namun undangan yang disampaikan secara langsung itu, hanya dihadiri satu orang formatur yaitu Kasirin. S.Ag sementara empat nama lain tidak hadir dengan alasan bukan ketua tim yang menyampaikan perintah karena mereka berdalih satu komando kata kepala sekretariat kepada wakil bupati di dalam rapat yang hendak menyelesaikan kisruh dalam penyusunan kepengurusan MAA Aceh Tenggara.

Wakil bupati Buhkari menyampaikan dalam pertemuan tersebut tentang keinginannya untuk mencari titik temu dan memfasilitasi menyelesaikan persoalan secara musyawarah mufakat sesuai nilai nilai Adat Istiadat suku Alas.

Dalam undangan tersebut dihadiri juga staf Ahli bupati Baharuddin, kabag hukum Hasbullah, kepala sekretariat Putri Sarita Dewi, serta Kasirin ketua formatur. Armen Toni dari perwakilan media dan pihak pihak terkait.

Wakil bupati sangat menyesalkan ketidakhadiran empat nama formatur untuk melakukan Islah. Begitupun Bukhari, dia akan mengembalikan hal ini nantinya kepada Bupati.

Kasirin. S.Ag dalam pertemuan tersebut meyampaikan kepada wakil Bupati. Bahwa masa kerja tim formatur hanya lima belas hari terhitung sejak berakhirnya MUSDA pada tanggal 21 November 2019 lalu dan kepengurusan periode lalu berakhir masa kepengurusannya 31 Desember 2019.

Berdasarkan arahan dari ketua MAA ACEH untuk mengisi kekosongan kepengurusan dan jabatan MAA Aceh Tenggara menyarankan untuk menunjuk dan melantik Pelaktugas Tugas.

Dia mengatakan; untuk menyikapi kekisruhan tersebut, panitia menyerahkan penyelesaiannya kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk mengambil kebijakan dan keputusan dalam rangka menyelesaikan penyusunan kepengurusan MAA tersebut.

Secara langsung Kasirin. S.Ag juga minta untuk mengisi kekosongan jabatan terlebih dahulu menerbitkan SK Plt.

Kekisruhan penyusunan MAA Aceh Tenggara berawal dari di buangnya sejumlah nama tokoh adat dari daftar usulan kepada Bupati bahkan nama Kasirin. S.Ag sebagai formatur juga ikut dibuang.

Kendati sesuai daftar yang telah disepakati dan ditandatangani kelima tim formatur masuk sebagai unsur pimpinan yang juga nama nama tokoh adat yang lain yang sudah dikenal di bumi Sepakat Segenap seperti Jumadin Beruh. (Mara hasan)

banner 700250