banner 700250

Dugaan ‘Markup’ Puluhan Miliar Proyek Jalan Dan ADD

oleh -157 views

banner 700250

KUTACANE, (AD) | Kepala Kejaksaan Negeri Kutacane, kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Fitrah; mengkritisi pelaksanaan pekerjaan paket proyek jalan Situlen, Gelombang senilai Rp11.6 miliar rupiah dan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Aparatur Pemerintahan Kampung (APK) tahun 2019. Ada dugaan kuat telah terjadi tindak pidana korupsi.

Hal itu ditegaskan Fitrah, kepada wartawan, Sabtu (11/1/2020), bahwa berkas perkara yang ditangani selama tahun 2019 oleh pihak kejaksaan sudah mencukupi alat bukti dan atau bukti bukti penyelidikan sudah lengkap (P21).

banner 700250

Seperti dilansir atjehdaily.id bahwa; sejumlah kasus yang sudah di limpahkan ke pengadilan dan juga yang belum selesai diberkas pada tahun 2019 dilaksanakan pada kantor Kejaksaan Negeri Kutatane jalan Cut Nyakdin desa Pulonas pada 07/01/2020 lalu.

Hadir dalam acara itu, Bupati Aceh Tenggara Drs. H Raidin Pinim M.AP serta wakil bupati Buhari, wakapolres, Ketua Pengadilan Negeri Kutacane mewakili, Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara Jamudin Selian, LSM, PERS Dan lainya.

Diacara itu, kajari menyampaikan kasus yang paling dominan adalah peyalahgunaan narkoba. beliau berharap agar pemkab aceh tenggara, dapat menekan kan kepada kepala desa, turut serta dan serius untuk memerangi narkoba demi untuk meyelamatkan generasi kita kedepan, juga beberapa kasus tipikor yang telah menjalani hukuman, serta pengembalian kerugian negara.

Namun dalam hal ini ada beberapa kasus yang belum tuntas pada tahun 2019, di ataranya kegiatan bimbingan teknis (BIMTEK) ratusan desa yang terkesan menggerogoti dana desa, dan dugaan korupsi dana desa serta dugaan korupsi proyek jalan muara Situlen-Gelombang senilai Rp11,6 meliar proyek ini anggaran tahun 2018.

Fitrah, mengatakan, kasus yang belum terselesaikan tahun 2019 maka pada tahun 2020 ini akan kita tuntaskan, proses pengumpulan barang bukti juga memakan waktu.

Diakui dari beberapa kasus yang belum tuntas, ada atau tidaknya terjadi kerugian negara, Fitrah mengakui pihaknya masih ternatas untuk jumlah peyidik di kejari kutacane.

“Inilah yang membuat kasus tersebut tidak rampung, jumlah peyidik di sini hanya 5 orang, sementara pada tahun itu kejaksaan negeri kutacane juga memiliki bobot kerja untuk mengawal proyek pemerintah 15 proyek melalui program TP4D dengan nilai kontrak Rp.33 miliar jadi semua peroyek di bawah pengawasan TP4D itu sudah di realisasikan,” pungkasnya. (MARA HASAN)

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

banner 700250

banner 700250