banner 700250

Empat Ratus KK Tercemar Limbah Karet

oleh -39 views

banner 700250

ACEH TAMIANG, (AD) | Sedikitnya 400 kepala keluarga warga Dusun Mawar, kampung Harum Sari, kecamatan Tamiang Hulu, kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. resah dan protes ke pemerintah atas bau busuk yang dikeluarkan dari dalam parit pengolahan limbah karet milik Ahmad, Minggu (12/1/2020).

Dilansir atjehdaily.id; Uap busuk dari parit pengolahan limbah karet itu, sudah puluhan tahun dihirup warga yang berdampak langsung karena rumah mereka tepat berada dipinggiran parit pembuangan limbah.

banner 700250

Beberapa kepala keluarga sudah mendatangi datok dan datok sudah pernah menegur pihak pengusaha, didapat jawaban dari pengusaha malah mengatakan mereka membayar pajak.

Masyarakat berharap, pihak Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang turun mengecek langsung kelengkapan Unit Kelola Lingkungan (UKL) dan Unit Pemantauan Lingkungan (UPL) dari pengusaha pengumpul Karet dari masyarakat.

“Bebek entok saya sudah berapa ekor saja yang mati, saat masuk keparit yang dicemari limbah kotoran karet tersebut. Airnya hitam pekat, baunya sangat busuk dan menyengat, saya mohon ada kebijaksanaan dari pemerintah menegur dan membuat pengolahan limbah sesuai aturan,” tegas Sireng (60).

Hal senada juga disampai, pak Simbun (38) yang rumahnya langsung beradapan dengan parit pembuangan limbah karet, sangat terganggu oleh bau busuk yang keluar dari penguapan parit pembuangan limbah karet tersebut.

Tidak hanya pak Sireng dan Simbun, ada juga Pak Yatno (40), pak Umar (65), ibu Rosidah (48), pak Andi (55), ibu Marsih (35), ibu Jumini (50), ibu Tukini (60), Ridwan (38), ibu Tomblok (64), ibu Warsiem (65), kesemua nama yang tersebut keberatan atas bau busuk dikeluarkan dari aliran parit pembuangan limbah karet.

“Saya mohon kalau memungkinkan parit pembuangan limbah karet tersebut tidak berada di tengah tengah masyarakat, seyogianya parit itu berada dipinggir kampung, sehingga bau busuk yang sangat menyengat tidak mengganggu dan meresahkan warga,” katanya.

Panggil Pengusaha Karet.
Datok Penghulu (kepala desa) kampung Harum Sari, Marwanto saat dikonfirmasi mengatakan, perangkat sudah memanggil pengusaha karet Ahmad, meminta agar parit pembuangan limbah karet miliknya untuk dialihkan kepinggiran kampung.

Pengusaha Ahmad, mengamini permintaan masyarakat melalui datok didalam rapat beberapa waktu lalu di kantor desa, pihaknya menyanggupi, tetapi mereka minta jika biaya sudah mencukupi akan segera dibangun parit pembuangan limbah yang baru.

“Insha Allah mereka (pengusaha karet) menyanggupi permintaan masyarakat untuk memindahkan parit pembuangan limbah karet milik Ahmad dipinggiran kampung, agar tidak meresahkan warga,” jelas Marwan.

Selain itu, Anto juga meminta, agar pembangunan parit limbah karet dibangun mengikuti aturan yang ada, sebab dalam aturan tersebut sudah mengikat, hal hal apa saja yang dibenarkan dan tidaknya.

Parit pembuangan limbah karet milik Ahmad di kampung Harum Sari, Kecamatan Tamiang Hulu, kabupaten Aceh Tamiang, menyebarkan bau busuk sangat menyengat dan meresahkan warga dusun Mawar sejumlah 400 kepala keluarga. (Syawaluddin)

banner 700250

banner 700250